Seperti dikutip dari situs resmi Boeing, harga pesawat seri 787 dipatok mulai dari US$ 206,8 juta (Rp 1,96 triliun) sampai US$ 243,6 juta (Rp 2,31 triliun).
Meski harganya cukup mahal, tapi ternyata masih lebih murah dari 'kakaknya' yaitu seri 777. Seri ini punya harga yang lebih tinggi, mulai US$ 258,8 juta (Rp 2,45 triliun) sampai US$ 315 juta (Rp 3 triliun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah masalah yang pernah dihadapi pesawat ini seperti dikumpulkan detikFinance, Rabu (15/1/2014).
1. Masalah Aki dan Kelistrikan
|
|
Kemudian, pada 15 Januari 2013 penerbangan All Nippon Airlines (ANA) NH 692 dari Yamaguchi Ube terpaksa melakukan pendaratan darurat tak lama setelah take-off, karena ada masalah kelistrikan. Maskapai penerbangan itu 'mengandangkan' 17 Dreamliner miliknya. Terbaru di pekan ini, Dreamliner milik Japan Airlines (JAL) mengalami gangguan lagi di akinya.
2. Masalah Rem
|
|
Lalu pada Agustus 2013 lalu, satu pesawat Boeing 787 Dreamliner milik maskapai Norwegian Air Shuttle dilarang terbang ketika hendak mengudara di bandara Stockholm. Pesawat ini sudah diparkir sejak awal pekan ini karena kemungkinan masalah pada rem.
Satu tim Boeing yang berada di Bandara Internasional Arlanda, Stockholm, sedang melakukan pemeriksaan terhadap indikator lampu rem yang terus menyala. Hal itu dikemukakan oleh Lasse Sandaker-Nielsen, juru bicara Norwegian Air Shuttle.
3. Toilet Rusak
|
|
Terbang dari Moskow, Dreamliner milik JAL membawa 151 penumpang dan kru pesawat pada Rabu kemarin menuju bandara Narita, Tokyo. Setelah terbang selama 2 jam, pesawat ini terpaksa kembali.
4. Terbakar
|
|
Halaman 2 dari 5











































