Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar yang juga wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kepada detikFinance, Senin (20/1/2014)
"Dari laporan yang diterima sampai pagi ini, tidak ada kawasan atau lahan industri yang kebanjiran," tegas Sanny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Kawasan industri Widjajakusuma (KIW) Semarang Jawa Tengah, aktivitas proyek pengembangan terkendala karena banjir.
- KBN Cakung akses ke kawasan industri banjir 50-70 cm dari sejak Jumat pekan lalu sampai pagi tadi.
- KBN Marunda sekitar kawasan banjir dan kemacetan parah.
Ia memperkirakan kerugian produksi sementara akibat adanya gangguan banjir telah mencapai puluhan miliar rupiah.
"Sementara ini belum ada laporan luas lahan industri yang terkena banjir dan juga jumlah kerugian. Kami masih mendata karena banjir baru terasa sejak beberapa hari terakhir ini, khususnya sejak Jumat malam," katanya.
Sanny berharap pemerintah selalu mengantisipasi jauh-jauh hari segala potensi yang dapat mengakibatkan banjir, antara lain pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, penertiban masyarakat yang mendirikan rumah di bantaran kali, pelebaran dan perbaikan jalan yang berlubang.
(hen/dnl)











































