Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Sattar Taba kepada detikFinance, Selasa (21/1/2014)
"Pabrik-pabrik tetap beroperasi, karyawan tetap masuk kerja. Seratus lebih perusahaan garmen, tetap beroperasi," kata Taba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi selokan di depan kantor yang banjir, selama ini mengalir ke laut dan Sungai Gendong, tapi masyarakat menutupnya ditambah air laut sedang pasang. Sehingga air tak bisa mengalir sedangkan hujan terus bertambah," terangnya.
Taba menambahkan, kemarin genangan air di depan kawasan KBN sempat kering karena tak ada hujan. Hari ini, setelah Jakarta kembali diguyur hujan, jalan dan kawasan di luar KBN kembali direndam air yang juga menyebabkan kemacetan lalu lintas dari dan menuju kawasan KBN.
"Kalau di dalam kawasan kita pakai pompa luar biasa, masalahnya di depan bagian luar KBN nggak ada pembuangannya," kata Taba.
Kemacetan di kawasan tersebut juga dipicu oleh kemacetan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Apalagi pekan lalu terjadi aksi mogok pekerja Pelindo II yang juga memicu kemacetan lalu lintas.
(hen/ang)











































