Tutup Rute dan Tunggak Gaji Karyawan, Bos Merpati: Mau Sehat Minum Jamu Pahit Dulu

Tutup Rute dan Tunggak Gaji Karyawan, Bos Merpati: Mau Sehat Minum Jamu Pahit Dulu

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2014 12:44 WIB
Tutup Rute dan Tunggak Gaji Karyawan, Bos Merpati: Mau Sehat Minum Jamu Pahit Dulu
Jakarta - Kondisi maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) saat ini memang seperti hidup segan mati tak mau. Gaji karyawan hingga Direktur Utama tak dibayar 2 bulan, dan Sabtu lalu semua penerbangan tiba-tiba berhenti. Apa yang terjadi?

Direktur Utama Merpati Capt. Asep Ekanugraha mengatakan, maskapai ini tengah melakukan restrukturisasi dan penyesuaian rute penerbangan agar lebih sederhana. Menurut informasi yang dihimpun, saat ini hanya dua rute Merpati yang beroperasi, yaitu Denpasar-Lombok dan Denpasar-Dili.

Selain itu, utang avtur Merpati kepada Pertamina Rp 165 miliar juga membuat pasokan avtur disetop. Bila mau membeli avtur, Merpati harus membayar tunai kepada Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memang lagi restrukturisasi. Kita lakukan beberapa penyesuaian, terutama penyesuaian rute. Rute ini yang harus dilakukan supaya lebih sederhana. Selebihnya nanti saja," kata Asep usai bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Asep mengakui, penutupan beberapa rute hingga penundaan pembayaran gaji karyawan harus ditempuh untuk menyelamatkan Merpati dari keterpurukan.

"Kalau mau sehat, harus mau minum jamu pahit supaya bisa sehat. Saya rasa itu saja," jelasnya.

Penyesuaian atau penutupan beberapa rute salah satunya karena rute yang merugi kalau terus diterbangi.

"Saya rasa orang menafsirkan itu. Tapi memang beberapa. Kira-kira rute rugi atau bleeding harus dipenggal dulu. Memang related sama harga bahan bakar yang naik. Ya, itu bisa juga," terangnya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads