"Merpati sudah lama membawa masalah keuangan yang cukup berat dan pemerintah selalu dapat mengcover masalah ini sehingga tetap bisa beroperasi. Hal ini mungkin karena dianggap sebagai satu-satunya penerbangan perintis guna dapat menjangkau berbagai daerah yang ada di tanah air terutama daerah terpencil," kata Anggota Komisi V DPR, Saleh Husin kepada detikFinance, Selasa (4/2/2014).
Namun, Husin berpendapat, untuk saat ini cukup berbeda kondisinya. Pasalnya, Merpati kian berat untuk bisa lagi dibantu.
"Namun berbeda dengan sekarang di mana banyaknya penerbangan swasta yang sudah beroperasi hampir di setiap wilayah. Jadi memang sudah sepantasnya perusahan ini berhenti beroperasi karena tidak mungkin lagi mereka dapat mengatasi beban keuangan yang memang sudah kronis," ungkap politisi Hanura ini.
Untuk itu, Husin mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan segera dapat mengatur agar daerah-daerah yang ditinggalkan Merpati segera dapat diisi oleh maskapai swasta yang ada.
"Sehingga masyarakat dapat terlayani bila ingin bepergian," tutupnya.
Seperti diketahui, Merpati telah memberhentikan seluruh penerbangannya untuk sementara. Perseroan mengaku tengah melakukan restrukturisasi sampai Maret 2014 nanti.
"Mohon maaf saat ini belum ada penerbangan lagi. Baru mulai operasi di Maret 2014 nanti," kata Petugas Call Center Merpati Okky saat dihubungi detikFinance kemarin.
Okky menjelaskan, pihaknya akan segera mengonfirmasi pelanggan melalui email dan pengumuman lainnya, bila Merpati kembali menyediakan pelayanannya.
"Kami sedang ada restrukturisasi, setelah Maret nanti baru ada dan kita informasikan ke pelanggan," tuturnya.
Direktur Operasi Merpati Daryanto mengatakan, perseroan sedang menghadapi beberapa kendala di antaranya tuntutan gaji yang harus dipenuhi, kemampuan beli bahan bakar avtur harus selalu tersedia, sistem reservasi harus dibayar 31 januari 2014. Belum lagi asuransi yang harus dilunasi dan juga pembayaran termin berikutnya.
(dru/dnl)











































