PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) tidak punya cukup uang untuk membayar gaji karyawan. Alhasil karyawan dari level staf, pilot, awak kabin hingga direksi tak dapat gaji sekitar 3 bulan terakhir.
"Merpati nggak punya uang operasi, seperti untuk biaya gaji karyawan," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan usai rapim Kementerian BUMN di Perum Peruri Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Untuk menyiasati kesulitan ini, Merpati kemudian menghentikan penerbangan terhitung mulai Februari 2014 dan melakukan skema kerja shift. Sehingga Merpati berusaha keras memperoleh tambahan modal untuk bangkit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PPA punya uang restrukturisasi. PPA punya uang untuk sehatkan BUMN sakit. Perusahaan yang dibantu kemudian sehat, seperti Waskita, kembalikan uang ke PPA. Uang restrukturisasi itu bisa sehatkan lagi. Tapi uang ini bisa digunakan harus izin Menkeu," sebutnya.
Dahlan pun sudah meminta karyawan Merpati tidak bekerja atau meliburkan diri untuk sementara waktu. Permintaan ini muncul karena Direksi Merpati saat sedang melakukan langkah-langkah penyelamatan maskapai dari kesulitan keuangan.
"Bersabar dulu, untuk sementara nggak usah kerja sampai tunggu perkembangan terbaru dari Merpati," kata Dahlan pekan lalu.
Karyawan pun kecewa karena pembayaran gaji belum juga direalisasikan. Karyawan meminta kepada siapapun pihak yang peduli terhadap Merpati bisa membantu merealisasikan gaji yang belum dibayarkan selama 3 bulan.
"Tolonglah, kami lapar 3 bulan tidak gajian. Direksi kami tidak mampu mengurai akar masalah Merpati. Siapapun yang berkepentingan di Merpati tolong bantu kami," kata Ketua Forum Pegawai Merpati, Sudiyarto awal pekan ini. (hen/ang)











































