Kisah Michael Bambang Hartono, Bos Besar BCA yang Jadi Nasabah BRI

Kisah Michael Bambang Hartono, Bos Besar BCA yang Jadi Nasabah BRI

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2026 16:15 WIB
Bambang Hartono, bos Grup Djarum, menjadi nasabah BRI karena dapat bonus pemerintah setelah meraih medali di Asian Games 2018. Dia salah satu pemilik BCA.
Michael Bambang Hartono Jadi Nasabah BRI/Foto: Dok Detikcom
Jakarta -

Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum sekaligus pemegang saham terbesar di BCA, meninggal dunia di usia 86 tahun. Ia mengembuskan nafas terakhirnya di Singapura pukul 13.15 waktu setempat.

Nama Michael Bambang Hartono sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia sebagai pengusaha nasional. Namun, belum banyak yang tahu bahwa kakak dari Robert Budi Hartono ini juga seorang atlet bridge nasional. Menariknya, sebagai bos besar BCA, ia pernah menjadi nasabah BRI karena profesinya sebagai atlet.

Pada 2018, Michael Bambang Hartono ikut mewakili Indonesia di cabang olahraga bridge pada Asian Games dan berhasil meraih medali perunggu. Prestasinya itu memberinya hak atas bonus dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp 250 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang unik, bonus tersebut diberikan melalui tabungan BriTama Bisnis milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), padahal Bambang adalah pemegang saham utama BCA. Presiden Direktur BCA saat itu, Jahja Setiaatmadja, menanggapi kejadian ini dengan bangga dan bercanda:

"Pak Bambang sekarang nasabah BRI padahal dia yang punya BCA," kata Jahja, 3 September 2018.

ADVERTISEMENT

Jahja juga menceritakan interaksinya dengan Direktur BRI saat itu, Sis Apik. "Saya kirim kabar ke pak Sis Apik, 'Wah hebat, you bisa bikin bos saya jadi nasabah BRI.' Dia jawab, 'Kita bisa kolaborasi lagi lebih banyak,' dan saya bilang, 'Oke.'"

Candaan PNS Konglomerat

Selain medali dan bonus, seluruh peraih medali Asian Games juga ditawari status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jahja Setiaatmadja sempat bercanda:

"Untung beliau nggak dapat medali emas, kalau dapat kan hadiahnya jadi PNS juga. Nanti kepala dinasnya pusing punya staf konglomerat, hahaha."

Jahja menambahkan, Bambang adalah pribadi yang sangat gemar berolahraga. Meskipun hanya meraih perunggu, Bambang tetap menunjukkan semangat tinggi.

"Tapi itu keren lah, kapan lagi bisa main di Asian Games," ujar Jahja.

Ia juga menanggapi meme yang beredar soal Bambang Hartono. "Lucu-lucu tanggapan orang, ada yang bilang mau kasih uang rokok pak Bambang sudah punya pabrik rokok, ada yang mau kasih tabungan pak Bambang sudah punya bank," katanya.

Atlet Tertua Indonesia di Asian Games

Bambang Hartono lahir pada 10 Februari 1939. Saat mengikuti Asian Games 2018, ia berusia 78 tahun, menjadikannya atlet tertua yang mewakili Indonesia dalam pesta olahraga terbesar di Asia ini. Bridge menyumbangkan dua medali perunggu bagi Indonesia, masing-masing di nomor Mixed Team dan Supermixed Team.

Bambang menerima bonus Rp 250 juta dari Presiden Joko Widodo, yang ia sumbangkan kembali ke tim cabang olahraga bridge untuk pembinaan berkelanjutan.

"Dibalikin ke bridge lagi, seluruhnya," kata Bambang saat ditemui usai menerima bonus di Istana Negara, Jakarta, kala itu.

Ia juga mengapresiasi efisiensi pemerintah dalam pemberian bonus.

"Luar biasa. Apresiasi dari pemerintah dan pemberiannya sangat bagus, karena langsung cair ke atlet, tidak perlu kembali lagi ke Jakarta untuk terima hadiah. Bagus sekali," ujar Bambang Hartono.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads