"Masih banyak yang loyal karena cinta sama Merpati. Total 197 orang awak pesawat hingga saat ini, paling keluar pensiun, mengantisipasi ini belum ada pokoknya tetap loyal," kata Sekjen Asosiasi Awak Kabin Merpati Syahriri Irsak di Kantor Pusat Merpati, Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/2/2014).
Menurut Irsak, para awak kabin masih berharap kondisi perseroan pulih. Meski penerbangan Merpati terhenti total sejak 1 Februari 2014, proses pelatihan rutin kepada pramugara atau pramugari tetap berjalan normal. Hal ini merupakan prasyarat wajib yang harus ditempuh awak kabin seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, salah satu Pramugari Senior Merpati bernama Vivi Arita yang sudah bekerja selama 20 tahun menatakan, gaji pramugari di Merpati lebih kecil dibandingkan pramugari di maskapai lain.
"Gaji sebagai pramugari di Merpati itu memang lebih kecil dibanding maskapai penerbangan lain," kata Vivi.
Vivi mengatakan, ada beberapa faktor sehingga para pramugari ini setia dan betah bekerja di Merpati walaupun gajinya di bawah rata-rata maskapai lain.
"Di Merpati, kerjanya lebih enjoy dan nyaman sekali," tutur Vivi.
Ety, pramugari senior lain di Merpati pun mengakui bekerja di BUMN ini cukup menyenangkan. Ia pun meminta agar Merpati bisa tetap 'mengepakkan sayapnya' di dunia kedirgantaraan Indonesia.
"Saya berharap nggak ditutup. Nyawa kita separuh di Merpati jadi nggak terima kalau Merpati ditutup, kerja di Merpati itu nyaman, suasananya kekeluargaan banget. Kalau terpaksa harus ditutup ya mohon diberikan hak-hak kita," jelas Ety.
(dnl/ang)










































