Perwakilan dari Indonesia AirAsia, Deddy menuturkan, pihaknya memang tidak bisa menepis penumpukan penumpang yang semakin banyak, akibat penghentian sementara Bandara Juanda. Apalagi bertepatan dengan akhir pekan. Saat akhir pekan, biasanya tingkat isian penumpang pesawat hampir mendekati 100%.
"Penumpukan penumpang pasti ada, apalagi ini saat weekend, mencapai 80-100 persen," kata Deddy di Kantor Otoritas Bandara Juanda, Surabaya, Sabtu (15/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya 2 calon penumpang yang akhirnya mengubah rute keberangkatan dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar menuju Singapura," tambah Deddy.
Sementara itu, sejumlah maskapai yang ikut rapat bersama PT Angkasa Pura I selaku operator bandara Juanda, belum bisa menghitung total kerugian akibat pembatalan penerbangan.
"Kami belum bisa menghitung kerugian, kami masih fokus menghandle calon penumpang," kata Alex, perwakilan dari Sri Wijaya Air.
Sedangkan maskapai Lion Air mengaku, telah memaksimalkan fasilitas untuk calon penumpang yang kemarin tertunda pemberangkatannya.
"Refund tanpa pengenaan biaya sepeser pun, re-schedule juga," kata perwakilan maskapai Lion-Air bernama Widodo.
(nrm/hen)











































