Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Feb 2014 18:41 WIB

Avtur Makin Mahal, Malaysia Airlines Rugi Rp 3 T

- detikFinance
Kuala Lumpur - Maskapai penerbangan Malaysia, yaitu Malaysia Airlines menyatakan mengalami rugi besar. Sepanjang 2013 lalu, maskapai ini mengalami kerugian 1,17 miliar ringgit atau sekitar Rp 3,5 triliun.

Dalam empat kuartal berturut-turut di 2013, maskapai ini terus mengalami kerugian. Kerugian di 2013 ini, naik 3 kali lipat dari rugi di 2012 yang mencapai 433 juta ringgit.

Kerugian di 2013 ini adalah akibat pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dolar, mahalnya bahan bakar, dan juga naiknya beban biaya perseroan.

"Memasuki 2014, Malaysia Airlines memprediksi lingkungan bisnis masih menantang dengan tingginya harga bahan bakar, bergejolaknya nilai tukar, dan juga kompetisi yang makin ketat," demikian pernyataan Malaysia Airlines kepada bursa Malaysia, seperti dilansir dari AFP, Selasa (18/2/2014).

Pada 2013 lalu, maskapai ini memperoleh pendapatan 15,1 miliar ringgit, naik 10% dibandingkan 2012. Jumlah penumpang juga naik hampir 30%. Namun pengeluaran biaya maskapai ini naik 10% menjadi 14,9 miliar ringit di tengah tingginya harga bahan bakar.

"Dengan bertumbuhnya pasar, Malaysia Airlines harus meningkatkan kapasitas, agar bisa menjadi pemain utama," kata Chief Executive Officer Ahmad Jauhari Yahya.

(dnl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com