Perjalanan Louis Vuitton, Pekerja Serabutan Jadi Merek Bernilai Rp 300 T (2)

Perjalanan Louis Vuitton, Pekerja Serabutan Jadi Merek Bernilai Rp 300 T (2)

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2014 10:23 WIB
Perjalanan Louis Vuitton, Pekerja Serabutan Jadi Merek Bernilai Rp 300 T (2)
Jakarta - Pada musim semi di tahun 1835, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun asal Jura, negara bagian timur Perancis berangkat untuk mengadu peruntungan ke kota Paris.

Ia melakukan perjalanan hingga 292 kilometer dengan berjalan kaki, tidur di mana pun yang penting bisa dijadikan tempat berlindung dan bekerja serabutan untuk bisa bertahan hidup.

Butuh waktu 2 tahun untuk bisa mencapai kota, sesampainya di kota ia magang menjadi pembuat kotak dan akhirnya bisa membuka usaha sendiri. Laki-laki itu bernama Louis Vuitton.

CEO LVMH Bernard Arnault mengatakan kepada CNN tentang rahasia suksesnya hingga bisa bertahan lama.

Satu setengah abad kemudian, ia mendirikan perusahaan dengan salah satu merek mewah paling dikenal di dunia yang bernilai hampir US$ 30 miliar, menurut Forbes.

CEO LVMH yang merupakan orang terkaya di Perancis Bernard Arnault bercerita secara eksklusif kepada CNN tentang sejarah perusahaannya.

"Sejarah Louis Vuitton terkait dengan segala hal tentang perjalanan. Ia menciptakan produk-produk untuk penjelajah, dan selama abad ke-20 produk-produknya secara bertahap berkembang dengan mencerminkan gaya hidup pelanggan," katanya.

Louis Vuitton adalah salah satu peritel produk fesyen mewah pertama yang membuka butik di China dan Mongolia dan sekarang tengah mengincar pasar Indonesia dan Amerika Selatan.

"Ketika saya pergi ke China pada tahun 1991 untuk pembukaan toko Louis Vuitton pertama, di sana hampir tidak ada mobil di jalan-jalan Beijing, hanya sepeda. Tapi kami justru membuka butik mewah, dan sekarang kami memiliki lebih dari 20 toko di tiap negara," ujar Arnault.

Berikut sejarah berdirinya Louis Vuitton dan ciri khas produknya seperti dikutip detikFinance dari CNN, Selasa (11/3/2014).



Punya Gaya dalam Setiap Detilnya

Mobil pengiriman ada logo LV yang terkenal yang diparkir di depan pabrik pada tahun 1909.

Punya Gaya dalam Setiap Detilnya

Mobil pengiriman ada logo LV yang terkenal yang diparkir di depan pabrik pada tahun 1909.

Mengutamakan Kualitas Bukan Hanya Pemasaran

Selebaran iklan ini adalah Louis Vuitton dari tahun 1910 yang menunjukkan interior pabrik, iklan ini jauh dari iklan-iklan yang ada di majalah high-end saat ini yang hanya menunjukkan sesuatu yang mencolok dan rumit. CEO Bernard Arnault mengatakan bahwa Vuitton selalu mengandalkan terutama pada kualitas, bukan marketing dalam menjual produk-produknya.

Mengutamakan Kualitas Bukan Hanya Pemasaran

Selebaran iklan ini adalah Louis Vuitton dari tahun 1910 yang menunjukkan interior pabrik, iklan ini jauh dari iklan-iklan yang ada di majalah high-end saat ini yang hanya menunjukkan sesuatu yang mencolok dan rumit. CEO Bernard Arnault mengatakan bahwa Vuitton selalu mengandalkan terutama pada kualitas, bukan marketing dalam menjual produk-produknya.

Pengrajin Mahir

Nampak pengrajin bekerja di sebuah ruangan dengan pencahayaan alami di tahun 1902. Di sinilah sentuhan halus yang membedakan produk Vuitton dengan yang lainnya.

Pengrajin Mahir

Nampak pengrajin bekerja di sebuah ruangan dengan pencahayaan alami di tahun 1902. Di sinilah sentuhan halus yang membedakan produk Vuitton dengan yang lainnya.

Gudang Penuh Produk Mewah

Produk-produk yang belum selesai disimpan di gudang ini.

Gudang Penuh Produk Mewah

Produk-produk yang belum selesai disimpan di gudang ini.

Dikerjakan Pengrajin Mahir

Di lantai pertama, pengrajin menempatkan sentuhan akhir pada produk dan kotak untuk produk elit Perancis. Dibutuhkan antara 18 bulan dan dua tahun untuk sepenuhnya melatih pekerja untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas yang dibutuhkan oleh Louis Vuitton.

Dikerjakan Pengrajin Mahir

Di lantai pertama, pengrajin menempatkan sentuhan akhir pada produk dan kotak untuk produk elit Perancis. Dibutuhkan antara 18 bulan dan dua tahun untuk sepenuhnya melatih pekerja untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas yang dibutuhkan oleh Louis Vuitton.

12. Rajanya Produk Bermerek

Selebaran ini menunjukkan interior pabrik Louis Vuitton di Asnières, dan juga menampilkan medali perunggu yang diberikan atas partisipasinya di International Exposition of Paris pada tahun 1867. Selebaran ini juga membawa sebuah slogan iklan, "Produk La Maison Vuitton dibungkus dengan hati-hati."

12. Rajanya Produk Bermerek

Selebaran ini menunjukkan interior pabrik Louis Vuitton di Asnières, dan juga menampilkan medali perunggu yang diberikan atas partisipasinya di International Exposition of Paris pada tahun 1867. Selebaran ini juga membawa sebuah slogan iklan, "Produk La Maison Vuitton dibungkus dengan hati-hati."
Halaman 2 dari 14
(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads