Pesawat Boeing Kena Musibah, Airbus Bakal Banjir Pesanan

Pesawat Boeing Kena Musibah, Airbus Bakal Banjir Pesanan

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2014 16:26 WIB
Pesawat Boeing Kena Musibah, Airbus Bakal Banjir Pesanan
Jakarta - Musibah orang lain bisa jadi rezeki seseorang. Ungkapan itu mungkin bisa diterapkan pada persaingan produsen pesawat Boeing dan Airbus.

Pekan lalu salah pesawat MAS dengan nomor penerbangan MH370 menghilang saat mengudara dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China. Pesawat Boeing 777-200 tersebut dijadwalkan mendarat di Beijing pada Sabtu (8/3) pukul 06.30 waktu setempat, namun sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.

Sentimen ini tidak terlalu mencoreng nama Boeing karena penyebab insiden tersebut belum diketahui. Tapi pada saat yang sama, ditemukan sebuah retakan tipis seperti helai rambut di salah satu sayap Dreamliner 787.

Untungnya pesawat-pesawat ini belum dikirim ke pelanggan. Retakan di sayap ini terjadi satu tahun stelah Dreamliner dilarang terbang selama tiga bulan karena dan masalah di aki dan sistem kelistrikannya.

"Bukan retakannya saja yang jadi masalah penting. Tapi juga pola masalahnya. Mereka menjanjikan pesawat yang bisa diandalkan, tapi ternyata belum sempurna dan sudah dipasarkan. Ini bukan situasi yang baik," kata Pengamat Penerbangan dari Teal Group, Richard Aboulafia, seperti dikutip dari CNN, Selasa (11/3/2014).

Menurutnya, dengan banyaknya masalah yang dihadapai Boeing ini lambat laun membuat klien-kliennya pindah ke lain hati dan memilih beli pesawat berbadan lebar dari Airbus.

"Itu mereka-mereka yang seharusnya bisa tetap memesan Boeing," ujarnya.

Ia menambahkan, penjualan Dreamliner dan seri 777 seharusnya bisa lebih tinggi lagi jika tidak ditemukan berbagai masalah di pesawatnya.

Boeing Dreamlinner pertama kali mengudara pada Oktober 2011, telat tiga tahun dari jadwal semula karena ada masalah dengan material ringan demi menghemat bahan bakar. Sudah telat, banyak masalah pula.

Kendati demikian, berbagai masalah ini tidak menghentikan maskapai untuk terus memesan pesawat dari Boeing. Produsen pesawat asal AS itu sudah menerima 1.031 pesanan pesawat sejak 2004. Tahun lalu saja pesanannya mencapai 183 pesawat.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads