Pengusaha Sawit: Ada Kepentingan Besar di Balik Kampanye Hitam Eropa

Pengusaha Sawit: Ada Kepentingan Besar di Balik Kampanye Hitam Eropa

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2014 14:39 WIB
Pengusaha Sawit: Ada Kepentingan Besar di Balik Kampanye Hitam Eropa
Kuta - Serangan kampanye hitam terhadap sawit Indonesia gencar dilakukan oleh Uni Eropa, di antaranya terkait tuduhan tidak ramah lingkungan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengeluhkan sikap pemerintah yang justru larut dalam kampanye hitam tersebut.

"Pemerintah harusnya sadar ini bukan isu lingkungan. Ada kepentingan besar dari negara-negara produsen minyak nabati yang kalah kompetitif," kata Sekjen GAPKI Joko Supriyono saat ditemui di sela workshop jurnalis 'Perkebunan Sawit: Mengelola Bisnis dan Dampak Lingkungan', di Hotel Mercure, Kuta, Jumat (28/3/2013).

Ancaman terhadap kelestarian lingkungan merupakan salah satu isu yang diusung dalam kampanye hitam untuk menyerang sawit Indonesia. Sebelumnya pada tahun 1980-an, minyak sawit juga diserang dengan isu kesehatan, yang mengatakan bahwa kandungan lemak jahat dalam minyak sawit cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pemerintah punya sikap tegas untuk tidak larut, Joko menilai sawit bisa menjadi satu-satunya produk yang membuat Indonesia tidak perlu tergantung pada Eropa. Bahkan, Indonesia sudah menjadi salah satu pemasok minyak sawit utama ke Eropa, dengan volume 3,5 juta ton per tahun.

Joko menambahkan, total produksi minyak sawit Indonesia pada 2013 mencapai 26 juta ton. Dari angka tersebut, 19 juta ton di antaranya untuk keperluan ekspor dengan nilai lebih dari US$ 19 miliar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PERSAKI (Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia) Petrus Gunarso menyinggung soal lemahnya penataan industri sawit. Dengan wilayah begitu besar, seharusnya Indonesia punya peta kajian tentang kesesuaian lahan agar tidak di semua tempat ditanami sawit. Di kawasan tertentu, komoditi lain seperti cokelat juga potensial dikembangkan.

"Bahaya mono culture adalah, kalau ada pest and disease maka hama akan mendapat makanan yang berlimpah. Ingat zaman dahulu seluruh Jawa disuruh menanam Lamtoro Gung. Begitu ada kutu loncat, mati semuanya. Ancaman ini berlaku juga kalau semua tanam sawit," kata Petrus.

(up/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads