Kepala Humas Semen Padang Asnadi menjelaskan, untuk dapat mengahasilkan semen diperlukan sejumlah bahan dasar seperti batuan kapur, pasir silika, tanah liat, dan pasir besi.
Bahan mentah ini diteliti di laboratorium, kemudian dicampur dengan proporsi yang tepat dan dimulai tahap penggilingan awal bahan mentah dengan mesin penghancur sehingga berbentuk serbuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah semua bahan tersebut digiling hingga tingkat ke halusan yang diinginkan, kemudian dimasukkan ke sebuah alat untuk dicampur. Bahan kemudian dipanaskan di pre-heater.
Pemanasan dilanjutkan sehingga bereaksi membentuk kristal klinker, yang kemudian didinginkan di cooler dengan bantuan angin.
"Kita mix, kemudian kita bakar dengan suhu 1.400 derajat celsius. Nanti hasilnya ada yang kita sebut klinker atau semen setengah jadi," kata Asnadi.
Setelah dicampur, kemudian klinker tersebut digiling kembali dan ditambahkan sejumlah bahan lainnya dengan kadar tertentu hingga dihasilkan produk semen seperti yang diinginkan. "Biasanya kita tambahkan gipsum. Gipsum kita perlukan untuk bahan campuran supaya semennya bisa cepat kering," tandasnya.
Klinker ini kemudian dihaluskan lagi dalam tabung yang berputar yang bersisi bola-bola baja sehingga menjadi serbuk semen halus. Klinker yang telah halus ini disimpan dalam silo (tempat penampungan semen mirip tangki minyak).
Langkah terakhir adalah pengemasan. "Kita ada namanya packing plant," pungkas dia.
Β
(hds/hds)











































