Perawatan mesin ini dilakukan oleh GMF Engine Maintenance, unit bisnis strategis yang menangani perawatan mesin pesawat dari berbagai tipe. βKemampuan merawat engine CFM56-7B ini meningkatkan daya saing GMF dalam industri penerbangan nasional maupun internasional,β kata Juliandra Nurtjahjo, SVP GMF Engine Maintenance, dalam siaran tertulis di Jakarta, akhir pekan lalu.
Selama ini, GMF AeroAsia sudah memiliki kapabilitas untuk perawatan engine CFM56-3, Spey, APU GTCT 85 Series, dan TSCP 700 yang digunakan di berbagai tipe pesawat, baik Boeing maupun Airbus. Kapabilitas merawat engine CFM56-7B yang dipakai di pesawat Boeing Next Generation (B737-600/700/800/900) dikembangkan hingga tahap perawatan besar atau overhaul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pengembangan kapabilitas mesin CFM56-7B, GMF AeroAsia telah menjalin kerjasama dengan GE Aviation dalam pelaksanaan training. Hingga saat ini, GMF merupakan satu-satunya organisasi perawatan pesawat (MRO) di Indonesia yang memiliki semangat dalam pengembangan capability engine CFM56-7B.
βDengan memiliki kemampuan engine CFM56-7B, peluang pasar yang dapat dikerjakan sangat besar,β katanya. Apalagi populasi mesin CFM56-7B di Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Begitu juga di pasar regional dan global.
Salah satu peluang pasar yang dapat dikerjakan GMF adalah mesin CFM56-7B yang digunakan di pesawat B737-NG Garuda Indonesia. Sesuai dengan Quantum Leap Garuda, maskapai milik negara ini akan mengoperasikan 194 pesawat hingga tahun 2015. Sebagian besar armada yang dioperasikan Garuda menggunakan mesin CFM56-7B.
Selain Garuda, operator pesawat yang memakai mesin CFM56-7B terus meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satu maskapai domestik itu adalah Sriwijaya Air dan Lion Air. βPengembangan kapabilitas engine CFM56-7B ini juga untuk mendukung industri penerbangan nasional,β kata Juliandra.
Potensi pasar perawatan engine CFM56-7B cukup menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari populasi pesawat B737-NG yang semakin meningkat di dalam maupun di luar negeri.
βPasar domestik menjadi target pertama GMF,β katanya. Meski demikian, GMF juga membidik pasar perawatan engine CFM56-7B di level regional dan global karena populasinya yang tinggi.
Dengan kapabilitas CFM56-7B yang dimiliki GMF, diharapkan maskapai domestik bisa mengalihkan perawatan mesin CFM56-7B ke dalam negeri. Pengembangan kapabilitas mesin CFM56-7B tidak hanya menguntungkan bisnis GMF, tetapi juga bagi industri penerbangan nasional, terutama dalam peningkatan efisiensi.
Semakin banyak maskapai yang menyerahkan perawatan mesin CFM56-7B kepada GMF, semakin kecil devisa yang lari ke luar negeri. βJadi dampaknya juga untuk peningkatan perekonomian nasional,β tegasnya.
(hds/hen)











































