"Saya menyatakan selama ini sulit mencari orang yang mau jadi Dirut Merpati," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan saat rapat dengan Komisi VI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Kesulitan mencari Dirut Merpati ini utamanya adalah karena sulitnya kondisi keuangan maskapai tersebut, yang terlilit utang Rp 7,6 triliun, Bahkan Dirut Merpati sekarang, tidak digaji sejak Oktober 2013. Dahlan menyebut, Asep bersedia diganti sebagai Dirut Merpati oleh seorang yang profesional
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum menemukan orang itu. Saya sudah saya rayu Pak Ketut mantan Dirut Pos tapi dia nggak mau," jelasnya.
Ia pun siap menerima seorang profesional yang kompeten untuk menjadi Dirut Merpati, seperti mantan Direktur Komersial Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan.
"Saya tak sampai hati merayu sekelas Pak Elisa. Nanti dianggap membuang, atau menjerumuskan. Tapi kalau dia bersedia, saya langsung terima," katanya.
Terkait permintaan Anggota Komisi VI DPR yang meminta mengambil direksi dari internal Merpati atau merombak total bos Merpati, Dahlan menyebut permintaan tersebut tidak bulat datang dari Komisi VI DPR.
"Iya tapi kan yang tadi satu pihak bilang diganti, tapi satu pihak jangan mengambil keputusan dulu. Ya saya sepanjang menemukan orang yang memang tidak hanya omdo, saya ganti," tegasnya.
(feb/dnl)











































