Ekspansi ke 4 Benua, Pertamina Bidik Omzet Pelumas Rp 11 T

Ekspansi ke 4 Benua, Pertamina Bidik Omzet Pelumas Rp 11 T

- detikFinance
Selasa, 17 Jun 2014 10:18 WIB
Ekspansi ke 4 Benua, Pertamina Bidik Omzet Pelumas Rp 11 T
Yogyakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Lubricants telah memasok pelumas untuk keperluan otomotif dan industri ke 24 negara di 4 benua. Negara yang telah dimasuki seperti Myanmar, Tiongkok, Thailand, Australia, Eropa, bahkan hingga Afrika.

Aksi Pertamina Lubricants sejalan dengan visi menjadi pemain pelumnas terbesar nomor 15 dunia pada tahun 2018.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pertamina melakukan investasi seperti pendirian kilang pengolahan, pabrik pelumas hingga akuisisi perusahaan pelumas luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun depan jadi top 20. Tahun 2018 jadi top 15. Strategi untuk 15 dunia. Kita nggak bisa tumbuh organik. Kita punya strategi anorganik. Akuisisi perusahaan pelumas. Kita final akuisisi perusahaan pelumas Thailand. Di China dalam jangka panjang, terus ada di Afrika. Ini strategi kita," kata Direktur Operasi PT Pertamina Lubricants Andria Nusa saat acara Pertamina On Train Workshop di dalam perjalanan kereta wisata Jakarta-Yogyakarta, seperti dikutip Selasa (17/6/2014).

Untuk pangsa pasar lokal, produk pelumas Pertamina menguasai 60%. Padahal Pertamina harus bersaing ketat dengan perusahaan pelumas dunia dan lokal.

"Market share Pertamina 60%. Produk kita di otomotif jauh lebih banyak daripada di industri," sebutnya.

Untuk pemenuhan pelumas, Pertamina didukung oleh 3 pusat pengolahan atau kilang pelumas yang ada di Jakarta Utara, Cilacap, dan Gresik. Pertamina juga memiliki laboratorium pengujian produk-produk pelumas dan memiliki pabrik pengolahan pelumas tercanggih dunia yang ada di Gresik.

"Pabrik Gresik termodern di dunia karena pakai inline blending. Di Jakarta bangun pabrik baru yang pakai teknologi modern. Inline blending. Pertamina corporate sendiri punya 3 kilang olah based oil (bahan baku pelumnas)," ujarnya.

Lini bisnis pelumas terus digenjot karena menjadi salah satu mesin uang perseroan. Pada tahun 2014, Pertamina menargetkan mampu meraup pendapatan dari bisnis pelumnas di dalam dan luar negeri sebesar Rp 11 triliun.

"Pendapatan di 2013, profit kita peroleh sekitar Rp 2,4 triliun. Itu profit kita dari revenue Rp 10 triliun. Tahun ini kita targetnya revenue Rp 11 triliun," katanya.

(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads