Ini Spesifikasi Amunisi Senjata Buatan Pindad di Pabrik Malang

Ini Spesifikasi Amunisi Senjata Buatan Pindad di Pabrik Malang

- detikFinance
Kamis, 07 Agu 2014 17:31 WIB
Ini Spesifikasi Amunisi Senjata Buatan Pindad di Pabrik Malang
Mou Pindad dan RDM (Dana-detikFinance)
Jakarta - PT Pindad (Persero) bakal membangun pabrik amunisi dengan perusahaan senjata asal Afrika Selatan Rheinmetall Denel Munition (RDM). Pabrik itu akan memproduksi amunisi berukuran besar yakni 60mm hingga 155mm.

"Rekan kami memiliki pengalaman yang sangat panjang di bidang amunisi jadi mungkin banyak hal yang bisa dikerjakan. Tetapi pertama kami akan kembangkan untuk amunisi ukuran besar," kata Direktur Utama Pindad, Sudirman Said di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Untuk kawasan Asia Tenggara, pemenuhan Amunisi ukuran ini separuhnya masih dipasok dari negara-negara di luar kawasan ini. RDM merupakan salah satu pemasok amunisi ukuran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman mengatakan, RDM sebagai mitranya punya banyak pengalaman memproduksi dan memasok amunisi ke Asia Tenggara. Selama ini, semua amunisi diproduksi di Afrika Selatan dan diekspor ke Asia Tenggara.

Dengan dibangunnya pabrik yang berlokasi di Malang, Jatim ini, diharapkan proses distribusi dan pasokan amunisi ke kawasan Asia Tenggara akan lebih lancar.

"Bagian terpenting dari barang explosif (peledak) itu kan ada di transportasinya. Kalau bisa bangun di Indonesia, maka akan ada efisiensi dari segi transportasi jadi lebih mudah menjangkau pasar Malaysia, Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Offixer RDM Nobert Shulze mengungkapkan, dalam industri amunisi, akses memegang peran yang sangat penting.

"Bisa membangun pusat industri amunisi di Indonesia merupakan strategi yang sudah disiapkan 1 tahun lalu bukan hanya untuk memproduksi amunisi di kawasan Asia Tenggara. Tetapi juga membuat kemungkinan baru untuk membangun industri amunisi yang kualitasnya sama dengan yang sudah kami kembangkan di seluruh dunia," kata Nobert.

Amunisi yang bakal diproduksi Pindad dan RDM itu berkaliber 155 mm dan memiliki spesifikasi yang sangat mendukung pertempuran jarak jauh. Berbobot 47 kg, amunisi berbentuk runcing ini memiliki daya tembak hingga 39 Km.

Fisik amunisi raksasa ini terbagi menjadi dua. Bagian pertama adalah bagian tabung yang berisi mesiu. Bagian kedua adalah sumbu (fuse) yang terletak di bagian ujung yang runcing.

Biasanya, amunisi ini digunakan sebagai kelengkapan senjata pada kendaran tempur seperti Leopard. Amunisi jenis ini juga biasa digunakan sebagai peluru meriam Cesar 155 berdaya tembak 39 KM yang biasanya diangkut dengan kendaraan besar seperti truk.

Perusahaan asal Afrika Selatan itu memiliki protofolio produk amunisi yang sangat beragam dan telah berpengalaman di lebih dari 84 negara di seluruh dunia.

Adapun portofolio amunisi yang diproduksi perusahaan ini adalah:

1. Artillery ammunition (105mm dan 155mm)
2. Mortar ammunition (60,81mm dan 120mm)3. Bomb pesawat udara
4. Amunisi untuk kendaran tempur naval
5. Amunisi senjata infantri kaliber 40mm
6. Serta berbagai amunisi dan komponen lainnya.

(zul/zul)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads