Mangindaan mengatakan, utang utama yang masih belum bisa dibayarkannya kepada Garuda adalah kenaikan tarif batas atas untuk industri penerbangan.
"Saya angkat tangan saja, tapi yang penting bagaimana menyelematkan Garuda, itu pikiran sebagai menteri, saya punya utang menaikan tarif," ujar Mangindaan pada acara peluncuran buku 'Transformasi Garuda: From One Dollar to Billion Dollars Company' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua saya sebagai menteri perhubungan mohon maaf belum ada infrastruktur kita bangun terus, tapi kalah cepat dengan airlines. Karena airlines pertumbuhannya cepat tapi infrastrukturnya lambat," ucap dia.
Namun Mangindaan mengatakan, apa yang belum sempat dicapainya selama menjabat Menhub, harus direalisasikan oleh pemerintahan baru. Pada kesempatan di acara itu, Mangindaan memuji kepemimpinan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar yang tetap bertahan 10 tahun, dengan segala keterbatasan infrastruktur dan regulasi.
"Pak Emir tidak kenal menyerah dan itu bagi kita tetap ada tekad itu, kedua rela berkorban, dari tempat oke masuk ke sini kerja berat, gaji kecil, dan sebagainya pengorbanan. Yang ketiga beliau percaya kemampuan kita semua pasti bisa percaya kemampuan kita sendiri," tegas dia.
(dnl/dnl)











































