EE Mangindaan Masih Punya Utang ke Garuda

EE Mangindaan Masih Punya Utang ke Garuda

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2014 13:49 WIB
EE Mangindaan Masih Punya Utang ke Garuda
Jakarta - Jelang akhir masa jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (KIB II), Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku masih punya utang yang belum sempat dibayarnya, kepada maskapai BUMN PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Apa saja utangnya?

Mangindaan mengatakan, utang utama yang masih belum bisa dibayarkannya kepada Garuda adalah kenaikan tarif batas atas untuk industri penerbangan.

"Saya angkat tangan saja, tapi yang penting bagaimana menyelematkan Garuda, itu pikiran sebagai menteri, saya punya utang menaikan tarif," ujar Mangindaan pada acara peluncuran buku 'Transformasi Garuda: From One Dollar to Billion Dollars Company' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mangindaan mengaku sangat menyesal, lantaran dalam 5 tahun menjabat menteri perhubungan belum mampu membangun infrastruktur yang memadai untuk penerbangan. Ia menyebut, pembangunan infrastruktur penerbangan tidak secepat pertumbuhan maskapai penerbangan di Indonesia.

"Kedua saya sebagai menteri perhubungan mohon maaf belum ada infrastruktur kita bangun terus, tapi kalah cepat dengan airlines. Karena airlines pertumbuhannya cepat tapi infrastrukturnya lambat," ucap dia.

Namun Mangindaan mengatakan, apa yang belum sempat dicapainya selama menjabat Menhub, harus direalisasikan oleh pemerintahan baru. Pada kesempatan di acara itu, Mangindaan memuji kepemimpinan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar yang tetap bertahan 10 tahun, dengan segala keterbatasan infrastruktur dan regulasi.

"Pak Emir tidak kenal menyerah dan itu bagi kita tetap ada tekad itu, kedua rela berkorban, dari tempat oke masuk ke sini kerja berat, gaji kecil, dan sebagainya pengorbanan. Yang ketiga beliau percaya kemampuan kita semua pasti bisa percaya kemampuan kita sendiri," tegas dia.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads