Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo menjelaskan maskapai RI bisa saja masuk ke rute Singapura, Thailand sampai Malaysia. Namun negara seperti Singapura, dinilai sudah sangat padat untuk penerbangan internasional.
"Di Singapura slot sudah terbatas. Penguasa slot pertama adalah siapa yang sudah duluan. Sekarang incumbent sudah menguasai berbagai macam slot. Paling ada Kuala Lumpur dan Thailand. Tapi dia harus di-balance pada operasionalnya," kata Arif kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti Myanmar, Vietnam dan Kamboja, pertumbuhannya itu tinggi tapi size-nya kurang," jelasnya.
Sementara maskapai yang dipimpinnya yakni Citilink juga menyasar negara-negara Asia Tenggara mulai tahun 2015. Rencana ini didukung oleh kedatangan 5 armada baru Airbus 320 pada tahun 2015.
"Kita masih menambah 5 di 2015. Sekarang kita ada 28 unit sampai akhir tahun menjadi 32. Berarti akan 37 tahun depan. Semua itu adalah jenis Airbus 320," sebutnya.
(feb/ang)











































