PHK ini dilakukan karena penjualan smartphone Sony yang jeblok di pasaran. Atas kinerja yang kurang memuaskan ini, Sony memprediksi akan rugi sebesar 230 miliar yen (Rp 25 triliun) akhir tahun ini.
Ramalan kerugian itu bengkak empat kali lipat dibandingkan prediksi sebelumnya yang hanya 50 miliar yen. CEO Sony, Kazuo Hirai, akan melakukan revisi terhadap rencana kerja divisi smartphone dalam jangka menengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melakukan PHK, Sony juga tidak akan membagi dividen untuk pertama kalinya sejak melantai di Bursa Tokyo pada 1958 lalu. Kinerja buruk jadi alasannya.
Sony, yang sudah menghentikan produksi komputer dan televisi, mulai mencetak laba 3,5 miliar yen (US$ 35 juta) atau sekitar Rp 332 miliar pada periode April-Juni 2013. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Sony rugi 24,6 miliar yen.
Ini merupakan keuntungan pertama yang diperoleh Sony dalam 5 tahun terakhir. Namun sayangnya, keuntungan tersebut hanya bersifat sesaat, karena tahun ini produsen Walkman itu memprediksi bakal rugi besar.
(ang/dnl)











































