Setahun Tak Dapat Gaji, Pegawai Merpati Alih Profesi Jadi 'Taksi' Bandara

Setahun Tak Dapat Gaji, Pegawai Merpati Alih Profesi Jadi 'Taksi' Bandara

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2014 14:33 WIB
Setahun Tak Dapat Gaji, Pegawai Merpati Alih Profesi Jadi Taksi Bandara
Jakarta - Berbagai cara dilakukan pegawai PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk menyambung hidup. Pasalnya, sudah setahun para pegawai ini tidak digaji.

Para pegawai ini sejak pagi berkumpul di depan Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menuntu hak-haknya, termasuk gaji yang sudah hampir setahun tidak dibayar.

Salah satu pegawai Merpati bernama Zulkifli mengaku sudah banyak menjual harta benda demi bertahan hidup. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan juga atas nasib maskapai pelat merah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pegawai Merpati sudah tidak digaji sejak November tahun lalu. Sedangkan Merpati berhenti terbang Februari lalu. Para pegawainya pun tak punya pekerjaan.

"Kami di Surabaya masih ada hanggar. Kalau ada penumpang mendarat di sana dan ingin ke Mojokerto atau ke mana, bisa kami antar. Memang hasilnya tidak seberapa," katanya saat ditemui detikFinance di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Menurutnya, profesi 'taksi' ini dilakoni karena tidak ada kejelasan mengenai nasib Merpati. Para pegawai ini sudah lama meminta kejelasan, apakah operasi Merpati akan dilanjutkan atau benar-benar dihentikan sama sekali.

"Kami ini ingin ada kejelasan. Kalau misal diberhentikan, pesangon sata dibayar sehingga uangnya bisa dipakai untuk modal," kata pegawai Merpati bernama Slamet di tempat yang sama.

Slamet mengatakan, jika nasib pegawai Merpati dikatung-katung seperti ini rentan sekali dan berbahaya terhadpa kelangsungan hidupnya, termasuk keluargnya.

"Efeknya sangat rentan terhadap keluarga," kata Slamet.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads