Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Charles Saerang mengatakan butuh dukungan banyak pihak untuk mengangkat jamu sebagai warisan budaya Indonesia. Ia mengusulkan maskapai-maskapai penerbangan nasional terutama BUMN bisa menyediakan jamu sebagai menu minuman saat penerbangan.
Charles bercerita pernah menyampaikan usulan ini ke bos maskapai penerbangan BUMN. Namun sang petinggi BUMN tersebut beralasan khawatir bila jamu disediakan ke penumpang terutama orang asing bakal tak cocok dengan perut mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Charles untuk mendukung produk dalam negeri tak hanya sebatas menguncapkan saja, namun harus dipraktikkan. Misalnya untuk mendorong jamu, maka harus membuktikan minum jamu seperti di maskapai penerbangan.
"Lah di Korea saja penumpang pewasatnya aka disuruh minum gingseng kok. Kenapa Indonesia nggak berani?" tanya Charles yang juga Presiden Direktur PT Nyonya Meneer ini.
Menurutnya dukungan BUMN sangat penting, bila ini tereralisasi maka potensi jamu bakal naik dan bisa membantu para petani jahe di dalam negeri.
"Kenapa sih nggak mau pakai produk asli Indonesia. Kok malah melecehkan prodak nasional kita," kata Charles.
(hen/hds)











































