Hati-hati! Nyalakan Ponsel di Pabrik Ini Bisa Meledak

Hati-hati! Nyalakan Ponsel di Pabrik Ini Bisa Meledak

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2014 17:44 WIB
Hati-hati! Nyalakan Ponsel di Pabrik Ini Bisa Meledak
Foto: Zulfi/detikFinance
Cilegon - Telepon seluler seakan menjadi kebutuhan pokok bagi hampir semua orang sekarang ini. Ponsel dibutuhkan saat santai, bekerja, atau dalam kondisi apapun. Tapi bagaimana jika ponsel sama sekali tak boleh digunakan saat bekerja.

Hal itu dialami oleh sebagian besar pekerja di PT Chandra Asri Petrochemicalβ€Ž Tbk (TPIA) di Cilegon, Banten. Mereka khususnya yang di lapangan tak diperkenankan menggunakan telepon seluler atau sekedar menyalakannya. Siapa saja yang masuk ke area produksi tersebut, ponselnya harus dimatikan.

detikFinance saat melakukan kunjungan bersama rombongan Menteri Perindustrian Saleh Husinβ€Ž ke lokasi, Rabu (26/11/2014) menadapati kondisi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum β€Žmulai melakukan kunjungan menggunakan bus yang disediakan khusus, rombongan diberi arahan oleh salah seorang petugas melalui pengeras suara.

"Tolong demi keamanan ponselnya dimatikan selama melakukan kunjungan," ucapnya.

Kemudian Saleh bersama rombongan satu persatu menaiki bis. Ada 3 bus berukuran sedang yang sudah disediakan. Bus mulai berjalan berkeliling kompleks pabrik Chandra Asri yang totalnya sekitar lebih dari 140 hektar ini.

Kami tak diperkenankan menggunakan ponselβ€Ž meskipun berada di dalam bus dan tak keluar sedikitpun dari dalam bus. Bahkan, untuk mengambil foto lewat ponsel pun harus sembunyi-sembunyi, asalkan sinyal dari ponsel tersebut dimatikan.

"Pak, HP-nya dimatikan pak, berbahaya. Jangan foto-foto juga," ujar seorang pemandu kunjungan kami.

Area seluas ratusan hektar tersebut memang sangat steril, jangan berharap melihat ada orang yang merokok. Jika ingin merokok, harus lumayan bersusah payah mencarinya dengan jarak yang juga cukup jauh.β€Ž Karena berbahaya jika ada bahan-bahan kimia yang terkena percikan api, radiasi dan sejenisnya bisa menimbulkan ledakan.

"Di sini nggak ada tempat merokok, kalau mau ke depan," ujar supir yang mengantarkan perjalanan kami.

Sayangnya, detikFinance tak sempat mewawancarai beberapa pegawai di lapangan tersebut, karena selama dalam perjalanan kami tak pernah keluar dari bus.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads