Sikap ini mempertegas terhadap ikrar yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan 4 perusahaan sawit di acara KTT Iklim yang berlangsung di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), New York, September lalu.
Hari ini, 4 perwakilan perusahaan sawit yaitu Golden Agri-Resources, Cargill, Wilmar, dan Asian Agri kembali menegaskan komitmen mereka. Hal ini untuk menjawab atau menangkis isu miring yang selama ini sering dianggap bahwa industri kelapa sawit tak ramah lingkungan termasuk perusakan hutan (deforestasi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup Shinta Widjaja Kamdani mengatakan langkah empat perusahaan sawit ini juga mendapat dukungan dari LSM lingkungan hidup.
"Kita sebagai Kadin membawa perusahaan yang sudah siap bebas deforestasi, tanggapan ini sangat baik dan didukung oleh LSM salah satunya adalah WWF. Kadin mensosialisasikan, dengan upaya untuk memberikan masukan sehingga peraturan bisa diimplementasikan," kata Shinta dalam konferensi pers Jumat (12/12/2014).
Sementara itu General Manager PT Asian Agri Freddy Widjaja mengatakan bahwa komitmen tak merusak hutan bagian dari upaya menunjukkan kepada dunia bahwa industri sawit ramah lingkungan.
"Kami menunjukkan industri sawit peduli dengan lingkungan, menjawab global demand, bahwa anggapan sawit adalah sumber deforestasi, dengan ini menunjukkan ke pasar, dengan komitmen kuat terhadap global demand," kata Freddy.
Di tempat yang sama, Country Head-General Manager PT. Cargill Indonesia Jean-Louis Guillou menambahkan komitmen semacam ini sangat penting untuk industri sawit Indonesia.
"Dengan adanya acara ini kita berharap menemukan solusi yang sangat penting. Kita punya ekspektasi terhadap global demand, dan dengan ini kita bisa menemukan solusi yang terbaik," katanya.
(hen/hds)










































