4 Perusahaan Sawit 'Raksasa' Tegaskan Kembali Berbisnis Tanpa Rusak Hutan

4 Perusahaan Sawit 'Raksasa' Tegaskan Kembali Berbisnis Tanpa Rusak Hutan

- detikFinance
Jumat, 12 Des 2014 13:54 WIB
4 Perusahaan Sawit Raksasa Tegaskan Kembali Berbisnis Tanpa Rusak Hutan
Jakarta - Sebanyak 4 perusahaan sawit skala besar di dalam negeri kembali menegaskan komitmennya tak merusak hutan dalam mengembangkan bisnis sawit di Indonesia.

Sikap ini mempertegas terhadap ikrar yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan 4 perusahaan sawit di acara KTT Iklim yang berlangsung di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), New York, September lalu.

Hari ini, 4 perwakilan perusahaan sawit yaitu Golden Agri-Resources, Cargill, Wilmar, dan Asian Agri kembali menegaskan komitmen mereka. Hal ini untuk menjawab atau menangkis isu miring yang selama ini sering dianggap bahwa industri kelapa sawit tak ramah lingkungan termasuk perusakan hutan (deforestasi).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara berlangsung di Ikat Room, Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, dihadiri oleh perwailan masing-masing perusahaan yaitu Peter Heng dari Golden Agri-Resources, Jeremy Goon dari Wilmar, Freddy Widjaja dari Asian Agri, dan Jean Louis Guillou dari Cargill. Juga dihadiri oleh perwakilan Kadin dan kementerian kehutanan dan lingkungan hidup.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup Shinta Widjaja Kamdani mengatakan langkah empat perusahaan sawit ini juga mendapat dukungan dari LSM lingkungan hidup.

"Kita sebagai Kadin membawa perusahaan yang sudah siap bebas deforestasi, tanggapan ini sangat baik dan didukung oleh LSM salah satunya adalah WWF. Kadin mensosialisasikan, dengan upaya untuk memberikan masukan sehingga peraturan bisa diimplementasikan," kata Shinta dalam konferensi pers Jumat (12/12/2014).

Sementara itu General Manager PT Asian Agri Freddy Widjaja mengatakan bahwa komitmen tak merusak hutan bagian dari upaya menunjukkan kepada dunia bahwa industri sawit ramah lingkungan.

"Kami menunjukkan industri sawit peduli dengan lingkungan, menjawab global demand, bahwa anggapan sawit adalah sumber deforestasi, dengan ini menunjukkan ke pasar, dengan komitmen kuat terhadap global demand," kata Freddy.

Di tempat yang sama, Country Head-General Manager PT. Cargill Indonesia Jean-Louis Guillou menambahkan komitmen semacam ini sangat penting untuk industri sawit Indonesia.

"Dengan adanya acara ini kita berharap menemukan solusi yang sangat penting. Kita punya ekspektasi terhadap global demand, dan dengan ini kita bisa menemukan solusi yang terbaik," katanya.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads