PT IGG yang merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII (Persero) ini dipastikan tak bisa mengopersikan pabrik gula Glenmore sesuai jadwal pada musim giling 2015. Padahal sejak Juli 2013 lalu sudah ada penyerahan Kontraktor Pelaksana Engineering, Procurement, Construction (EPC), bahkan groundbreaking dilakukan tepat 2 tahun lalu pada 12 Desember 2012.
Pembangunan konstruksi pabrik seharusnya sudah lebih mencapai 50%, hingga kini hanya terealisasi 20% saja. Akibatnya, PT. IGG melakukan penjadwalan ulang dan baru siap ikuti produksi perdana pada musim giling Juni 2016 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Rekayasa Industri (Rekind) yang melakukan konsorsium dengan PT. Weltes Energi Nusantara selaku kontraktor pabrik IGG juga tak bisa berbuat banyak.
Manajer Konstruksi PT Rekind Dudi Gunardi menjelaskan, sejak groundbreaking dua tahun lalu (12/12/2012), pembangunan pabrik gula ini baru efektif dikerjakan pada September 2013.
"Tidak ada sama sekali aktivitas pembangunan konstruksi di kawasan pabrik sejak Oktober 2014. Kendala kita dari pendanaan, jika lancar maka Juni 2016 bisa beroperasi. Tapi kalau mundur lagi ya tidak bisa lancar," kata Dudi di lokasi proyek.
Pabrik tersebut berlokasi di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pabrik milik PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) ini dirancang berkapasitas 6.000 TTH (Ton Tebu per Hari) bisa ditingkatkan hingga 8.000 TTH,
Pada era Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah mengatakan pabrik Glenmore bakal menjadi pabrik terbesar di Indonesia. "Ini pabrik akan jadi pabrik gula besar di Indonesia, investasinya mencapai Rp 1,5 triliun," kata Dahlan beberapa waktu lalu.
(hen/hen)











































