2 Pabrik Gula Baru Disiapkan di Lamongan dan NTB

2 Pabrik Gula Baru Disiapkan di Lamongan dan NTB

- detikFinance
Senin, 15 Des 2014 19:11 WIB
2 Pabrik Gula Baru Disiapkan di Lamongan dan NTB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan 2 dari target 10 pabrik gula baru berbasis tebu sudah mulai dibangun. Pabrik ini untuk merealisasikan target swasembada gula 3 tahun ke depan.

Lokasi pabrik baru tersebut di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di Lamongan, Jawa Timur. Pabrik ini berbasis tebu petani namun bisa menghasilkan gula rafinasi untuk kebutuhan industri. Selama ini pabrik gula rafinasi yang ada masih berbasis bahan baku impor raw sugar.

"Minimal kayak Lamongan kapasitas per tahun 300.000 ton paling nggak itu ada 10 pabrik. Tetapi mungkin ada yang paling besar. Rendemennya jangan rendah, kalau bisa 9-10%," kata Saleh di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (15/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia hingga kini masih memerlukan pasokan gula impor terutama gula mentah atau raw sugar dari luar negeri. Di dalam negeri raw sugar diolah menjadi gula rafinasi dan disebar untuk kebutuhan industri makanan dan minuman.

Ia mengungkapkan per tahun industri makanan dan minuman membutuhkan setidaknya 3 juta ton pasokan gula rafinasi. Sayangnya kebutuhan yang besar itu masih harus dipenuhi dengan impor.

"Memang kita belum punya pabrik raw sugar belum ada memang. Kebutuhan industri sekitar hampir 3 juta ton raw sugar. Kita dorong kalau bisa, selama ini perusahaan gula nasional belum bisa memproduksi raw sugar," ungkap Saleh.

Salah satu masalah mendasar gula di dalam negeri adalah terbatasnya lahan. Saleh mengaku kesulitan mencari lahan tanam baru tebu di dalam negeri padahal insentif pemerintah kepada investor gula siap diberikan.

"Insentif oh ya pasti itu. Tetapi untuk mendapatkan lahan pasti tidak gampang," imbuhnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads