Presiden dan CEO Airbus Fabrice Bregier bermimpi dan pede perusahaannya bisa jadi produsen pesawat nomor satu di dunia. Satu-satunya saingan terberatnya kini adalah Boeing, perusahaan asal Amerika Serikat.
"Jelas, saingan kita yang paling berat itu dengan Boeing," katanya dikutip dari CNBC, Kamis (25/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data dari situs resminya, Airbus sudah mengirimkan 554 armada pesawat hingga November 2014. Sementara Boeing sudah mengirimkan 647 pesawat kepada para kosumen.
Airbus, baru-baru ini mengirimkan pesawat barunya A350 XWB untuk maskapai penerbangan Qatar Airways. Maskapai ini secara total memesan sebanyak 80 pesawat A350, yang disebut-sebut sebagai kompetitor dari produk Boeing 787 Dreamliner yang diluncurkan pada 2011.
Fabrice menyebutkan pengiriman itu merupakan hari bersejarah bagi Airbus sebagai hasil dari kerja keras selama 10 tahun.
Ia juga pede melihat bisnis di industri penerbangan di masa depan menyusul anjloknya harga minyak dunia. Β Fabrice sangat percaya maskapai akan terus menerus tumbuh.
"Harga minyak mungkin bisa positif. Itu akan stabil nantinya. Sangat baik untuk industri pesawat terbang," tuturnya.
(zul/hen)











































