Ini Ragam Kritikan ke Jokowi Soal Kerja Sama dengan Proton

Ini Ragam Kritikan ke Jokowi Soal Kerja Sama dengan Proton

- detikFinance
Senin, 09 Feb 2015 13:12 WIB
Ini Ragam Kritikan ke Jokowi Soal Kerja Sama dengan Proton
Esemka
Jakarta -

Perusahaan lokal milik A.M. Hendropriyono PT Adiperkasa Citra Lestari, menggandeng perusahaan asal Malaysia, Proton Holdings Berhad. Kabarnya, kerja sama ini untuk mengembangkan dan memproduksi mobil nasional (mobnas).

Namun kabar soal Mobnas ini langsung dibantah oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin. Kerja sama ini hanya swasta dengan swasta atau b to b.

Kalangan pelaku industri otomotif lokal pun bereaksi, misalnya PT Solo Manufaktur Kreasi, produsen mobil Esemka. Protes juga datang dari Dasep Ahmadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini ragamtanggapan pelaku mobil lokal terhadap kerjasama yang dilakukan melalui MoU pekan lalu di Malaysia.

1. Reaksi Produsen Esemka

PT Solo Manufaktur Kreasi, produsen mobil Esemka, menilai kerjasama pengembangan mobil nasional seharusnya dilakukan dengan menggandeng negara-negara maju yang telah menguasai teknologi mobil.

Kemampuan penguasaan teknologi antara Malaysia dan Indonesia dinilai masih setara di dalam pengembangan industri otomotif. Sejak tahun 2007 merintis pengembangan mobil Esemka, Solo Manufaktur Kreasi menggandeng raksasa otomotif dunia seperti BMW, VW, Mercedes Benz.

"Kita kerjasama dengan China. Di sana, kita dihubungankan dengan perusahaan Scania, Mercedes Benz, BMW, VW terus dengan Amerika karena mereka buat komponen di China terus kerjasama dengan kita berupa alih teknologi," kata Humas Solo Manufaktur Kreasi Budhi Martono.

Pihaknya siap diberi penugasan atau digandeng pemerintah untuk pengembangan mobil nasional. Meski adaΒ  program mobil nasional, pemerintah dinilai belum menegaskan definisi mobil nasional. Artinya apakah mobil nasional merupakan kendaraan yang kandungan lokalnya mayoritas atau mobil yang hanya memiliki merek atau brand lokal namun diproduksi di luar negeri.

Meski mobil Esemka diorbitkan oleh Jokowi saat menjabat Wali kota Solo, Budhi mengaku pihaknya belum pernah diajak bicara tentang mobil nasional oleh JokowiΒ  pasca terpilih menjadi Gubernur DKI hingga terpilih kembali sebagai Presiden.

2. Bikin Heran Pengembang Mobil Lokal

Dasep Ahmadi
Pencipta mobil listrik nasional, Dasep Ahmadi, mengaku heran terkait kerjasama pengembangan mobil listrik nasional antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan otomotif Malaysia, Proton Holdings Berhad. Kerjasama pengembangan mobil nasional tersebut disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

Keheranan muncul karena industri otomotif RI memiliki kemampuan memproduksi dan mengembangkan mobil, yakni kendaraan listrik dan BBM.

"Saya heran sama Pak Jokowi, kenapa kita menggandeng Malaysia. Padahal kita memiliki kemampuan. Seolah pemerintah tidak melihat potensi nasional di dalam negeri," kata Dasep

Industri otomotif nasional hanya membutuhkan dukungan pemerintah. Secara kemampuan teknis, industri otomotif RI jauh lebih unggul dari Malaysia.

Dasep bersama pencipta mobil listrik nasional lainnya telah mengembangkan berbagai tipe purwarupa atau prototype mobil listrik. Saat ini, mobil listrik telah masuk tahap sertifikasi. Meski masuk mobil masa depan, Dasep mengaku pemerintah periode Presiden Jokowi kurang menaruh perhatian.

Dasep mengingatkan PresidenΒ  Jokowi untuk berhati-hati di dalam kerjasama pengembangan proyek mobil nasional bersama produsen luar negeri. Alasannya Indonesia pernah memiliki pengalaman kurang baik saat periode Presiden Soeharto, dengan menggandeng KIA Korea Selatan.

Proyeknya waktu itu bernama mobil Timor. Kini wujud proyek mobil nasional tidak berwujud karena pengembangan mobil nasional dikelola oleh broker atau bukan pelaku industri otomotif.

3. Dorong Mobnas Listrik

Mobil Listrik BPPT
Kerjasama ini dianggap aneh karena industri otomotif Indonesia memiliki kemampuan mengembangkan dan memproduksi mobil secara mandiri.
Presiden Jokowi pun diminta mendukung program mobil masa depan, seperti mobil listrik. Alasannya insinyur Indonesia sudah terdepan mengembangkan mobil listrik daripada negara-negara di Asia Tenggara.

"Kita sudah kembangkan mobil listrik, sekarang masuk ke tahap sertfikasi. Kalau dikembangkan pasarnya ada. Kalau mobil nasional pasti akan bersaing keras dengan industri otomotif yang sudah eksis," Kata Pencipta Mobil Listrik, Dasep Ahmadi.

Indonesia bisa menjadi pioner produsen mobil listrik di kawasan ASEAN jika serius dikembangkan. Apalagi Indonesia memiliki pasar yang besar. Meski para insinyur RI telah mampu mengembangkan berbagai purwarupa atau prototype mobil listrik nasional,Β  perhatian pemerintah masih minim. Padahal mobil listrik akan menjadi solusi kendaraan masa depan yang irit dan ramah lingkungan.

Meskipun Indonesia memiliki keunggulan di bidang permesinan mobil daripada Malaysia. CumaΒ  Malaysia lebih unggul dari sisi regulasi. Artinya pemerintah Malaysia sangat mendukung industri lokal di dalam mengembangkan dan memproduksi mobil nasional.
Halaman 2 dari 4
(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads