BUMN Ini Bangun Pabrik Semen Pertama di Papua Rp 2 Triliun

BUMN Ini Bangun Pabrik Semen Pertama di Papua Rp 2 Triliun

- detikFinance
Kamis, 02 Apr 2015 20:30 WIB
BUMN Ini Bangun Pabrik Semen Pertama di Papua Rp 2 Triliun
Jakarta - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sepakat untuk bekerjasama membangun pabrik semen pertama di Kabupaten Jayapura, yang juga akan menjadi pabrik semen pertama di Papua.

Rencana pemancangan tiang pertama pabrik dengan kapasitas 1 juta ton semen/tahun ini ditargetkan bulan Januari 2016. Investasi sekitar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Pabrik semen ini rencananya akan diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.

Pembangunan dan pembiayaan akan disiapkan oleh BUMN industri semen ini, sedangkan Pemerintah Kabupaten Jayapura membantu dalam sosialisasi serta pembicaraan dengan masyarakat setempat yang lokasinya akan digunakan untuk pengembangan industri semen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini seperti jodoh antara Jayapura dengan Semen Indonesia. Mereka punya keahlian dan keinginan untuk mengembangkan industri semen di Papua karena prospek konsumsi semen yang menjanjikan serta peluang ekspor ke Papua New Guinea (PNG)," kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2015)

Menurut Mathius, penduduk Jayapura ingin industri strategis yang membutuhkan semen bisa dikembangkan di wilayahnya supaya ekonomi Jayapura dapat berkembang lebih pesat.

"Jadi sudah bersinergi dan sekarang kita kawinkan. Sebab bila industrinya dibangun, ekonominya bisa makin kuat, dan kualitas kehidupan rakyat di sini bisa makin meningkat. Inilah Jayapura baru yang ingin dicapai,” katanya.

Kerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Jayapura menjadi sangat penting terutama karena pengadaan lahan, terlebih tanah di Papua yang sifatnya ulayat, sosialiasi dan dialog dengan para masyarakat adat di tempat itu memerlukan pendekatan lokal yang kuat bila ingin berhasil.

“Bapak Presiden sudah berulang kali menyampaikan ke media dan juga kepada saya bahwa Papua itu harus dibangun dan itu jadi salah satu prioritas beliau. Tentu untuk membangun butuh semen dan nantinya semen untuk membangun Jayapura serta Papua akan datang dari pabrik ini," kata Mathius.

Pembangunan pabrik semen di Jayapura yang berkapasitas 1 juta ton per tahun ini diharapkan dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada tahun 2014 mencapai sekitar 800.000 ton sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah sekitar seperti Maluku serta peluang ekspor ke Papua New Guinea (PNG).

“Kami bersyukur karena rencana Perseroan untuk membangun pabrik semen terintegrasi di Kabupaten Jayapura, yang kami rencanakan sejak tahun lalu disambut dengan antusias oleh Bapak Bupati dan jajarannya. Ini langkah maju yang sangat baik bagi masyarakat Jayapura, Papua, dan juga bagi Perseroan," kata Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis Semen Indonesia, Rizkan Chandra.

Rizkan mengatakan pihaknya sudah memiliki pabrik pengantongan semen (packing plant) di Sorong, Papua Barat. Dengan adanya kerjasama ini pihaknya melangkah lebih maju.

Ia mengatakan, hasil studi awal yang pihaknya lakukan mengindikasikan kondisi geografis Kabupaten Jayapura sesuai dengan rencana perluasan bisnis perseroan. Alasannnya karena mendukung dari sisi lokasi, ketersediaan bahan baku, dan juga rencana pengembangan ke depan," katanya.

Kerjasama ini dituangkan dalam acara seremonial Launching Kegiatan Perseroan dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dilaksanakan di Kabupaten Jayapura pada tanggal 2 April 2015 menindaklanjuti tandatangan MOU di Gresik pada tanggal 26 Februari 2015.

Perseroan diwakili oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis, Rizkan Chandra, sedangkan Pemerintah Kabupaten Jayapura diwakili oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.

Acara seremonial tersebut dihadiri pula oleh anggota-anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Muspida serta beberapa tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads