Plt βKepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono mengatakan, saat ini, produk-produk inovasi yang dihasilkan dari baβlitbang Kementerian Perindustrian masih dalam tahap problem solver atau hanya memenuhi kebutuhan pasar.
"Kita ingin sekali balai besar itu menghasilkan sesuatu yang menjadi trendsetter dari peningkatan daya saing industri, sekarang baru problem solving saja," kata Imam di acara Pameran Hasil Balitbang Kementerian Perindustrian, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Imam, dari total 23 institusi Balitbang yang terdiri dari 11 balai besar, 11 baristand dan 1 balai sertifikasi industri hanya ada 201 peniliti dan perekayasa sebanyak 53 orang. Di lembaga-lembaga itu lebih banyak tenaga kerja administrasi.
"Yang ada di sana SDM-nya saya perkirakan ada 3.000-an orang. Kalau hanya 281 orang ditambah 53 itu tidak sampai 15%. Seharusnya, kebalik, yang jadi intinya itu harus 80%, baru sisanya 20% itu administrasinya," kata Imam.
Kementerian Perindustrian menggelar pameran Hasil Litbang dan Layanan Jasa Teknis Industri 2015 mulai tanggal 5 Mei hingga 8 Mei 2015. Pameran yang bertempat di kantor Kementerian Perindustrian ini diikuti lebih dari 20 stand peserta dari Balitbang atau Baristand dari berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa produk yang dipamerkan seperti batik, keramik, pernak-pernik kerajinan tangan, alat penghemat energi, batu akik, alat pendeteksi kebocoran gas, alat pemintalan benang dan lainnya
(zul/hen)











































