Gandeng Telkom, Kawasan Industri Bisa Siapkan Wi-Fi Gratis untuk Buruh

Gandeng Telkom, Kawasan Industri Bisa Siapkan Wi-Fi Gratis untuk Buruh

- detikFinance
Senin, 11 Mei 2015 14:19 WIB
Gandeng Telkom, Kawasan Industri Bisa Siapkan Wi-Fi Gratis untuk Buruh
Jakarta - Himpunan Pengelola Kawasan Industri‎ dan ‎PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membangun sarana telekomunikasi berupa broadband fiber optik di kawasan-kawasan industri di seluruh Indonesia.

Adanya kerjasama ini maka layanan telekomunikasi termasuk jaringan internet di kawasan industri punya bandwidth yang besar. Selain itu, harapannya para pabrik bisa menyediakan hotspot atau Wi-Fi gratis bagi para buruh.

"Mereka minta apa saja, data transfer, mereka kan kawasan industri macam-macam. Manufacturing, rata-rata mereka butuhnya untuk layanan data, bandwidth yang besar, nggak mungkin lewat tembaga, dalam bentuk video, butuh bandwidht yang besar," kata Direktur Enterprise and Business Sevice PT Telkom, Muhammad Awalauddin di restoran The Foundry, SCBD, Jakarta, Senin (11/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Awaluddin menuturkan, pembangunan broadband di kawasan in‎dustri juga berguna untuk layanan keamanan atau video pantau. Saat ini, layanan CCTV yang jaringannya menggunakan kabel tembaga masih belum optimal.

"Lalu peran security, kalau dengan video surveillance itu bisa di beberapa titik. Seperti yang kita lakukan di pelabuhan, itu bisa terlihat berapa truk yang masuk," tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Banten West Java Tourism Development Hyanto Wihadhi yang juga anggota Himpunan Kawasan Industri menuturkan, dengan adanya layanan ini, maka buruh-buruh di kawasan industri bisa lebih melek internet dan bisa menikmati layanan jaringan internet nirkabel (wireless f‎idelity/Wi-Fi).

"Dengan adanya ini diharapkan di kawasan pabrik fasilitas itu ada fasilitas industri segala macam yang free. ‎Bisa Wi-Fi gratis. Itu yang diharapkan, di perusahaannya sendiri sudah ada fasilitas. Di tempat umum itu sudah ada fasilitas," katanya

Pembangunan broadband industrial estate ini berupa penggantian kabel tembaga menjadi kabel optik. Setidaknya dibutuhkan investasi Telkom sebesar Rp 30 miliar untuk kawasan-kawasan industri.

"Komitmen Telkom kali ini kita masuk ke kawasan industri. Bagaimana Telkom ingin mengembangkan infrastruktur broadband. Sebelumnya kita fokus ke sektor maritim, pelabuhan, program kampung nelayan. Kawasan timur Indonesia," katanya.

Awal mengatakan, sebelum menggunakan fiber optik, layanan telekomunikasi di kawasan industri menggunakan kabel tembaga, kabel tembaga jadi penghambat bisnis terutama yang memerlukan layanan telekomunikasi seperti layanan transfer data-data berkapasitas besar yang tak bisa dilakukan dengan kabel tembaga.

"Kalau masih pakai kabel tembaga itu kita akan kesulitan. Karena bandwidth-nya sempit. Kebutuhan di kawasan industri sudah tinggi. Kawasan industri seperti data, transfer data, layanan mobile services-nya kebutuhannya tinggi. Karena aktivitas bisnisnya sudah sangat tinggi‎," tuturnya.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanni Iskandar mengatakan, dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kawasan industri khususnya industri di Indonesia akan semakin memiliki daya saing.

‎"Sekarang kita masuk ke pengembangan kawasan industri yang lebih canggih lagi. Pengembangan industri tidak bisa berdiri sendiri," tuturnya.

‎Telkom sudah menerapkan broadband industrial estate di 67 kawasan industri di seluruh Indonesia. Di tahun 2015 dan 2016, diharapkan akan ada 19 kawasan industri baru yang bakal tersambung dengan jaringan fiber optik. Investasinya sampai 2016 sebesar Rp 30 miliar.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads