"Dari 1,4 juta ton merupakan pengadaan tahun 2014 sejumlah 138.000 ton. Dari 138.000 ton tersebut terdapat yang turun mutu kurang lebih 14.000 yang saat ini sedang dilakukan proses reprocessing," kata Direktur Pelayanan Publik Wahyu Suparyono dalam surat elektronika yang diterima detikFinance, Kamis (25/6/2015).
Pihaknya saat ini sedang melakukan proses ulang terhadap beras-beras yang mutunya jelek tersebut melalui proses sortasi, blower dan pengayaan sehingga mutunya menjadi lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, untuk mencegah hama dan penurunan mutu beras, maka gudang Bulog dijaga kebersihan, sanitasi dan aerasinya (dianginkan). Untuk pemberantasan hama gudang setiap bulan dilakukan spraying dan 3 bulan sekali dilakukan fumigasi.
Wahyu mengatakan di beberapa gudang juga telah dilakukan perawatan dengan memakai sistem CO2 stack. CO2 stack itu beras disungkup sekedap mungkin dengan plastik khusus , kemudian gas CO2 diinjeksikan hingga konsentrasinya mencapai minimal 80 % dan komoditas beras dibiarkan tersungkup dengan gas CO2 hingga kurun waktu yang lama dengan harapan respirasi komoditas dapat ditekan dan hama maupun jamur dapat ditekan pertumbuhannya.
"Dengan cara ini beras bisa awet disimpan lama," katanya.
Sebelumnya pemerintah mengungkapkan soal keberadaan beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang berkualitas buruk yang saat ini tersebar di gudang-gudang Perum Bulog di daerah. Berdasarkan perkiraan ada sekitar 400.000 ton raskin tak layak konsumsi yang harus dimusnahkan.
(hen/rrd)











































