'Tutup Tambang Timah Ilegal, Kantor Gubernur yang Habis'

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 19:13 WIB
Jakarta - Jumlah tambang timah ilegal di Bangka Belitung (Babel) mencapai 1.640 tidak bisa serta merta ditutup paksa. Pada 2009 lalu, penutupan tambang ilegal pernah dilakukan. Namun akibatnya, kantor gubernur Babel dihabisi, alias dihancurkan oleh massa.

Gubernur Babel, Rustam Effendi, menuturkan kisah tersebut. Ia menuturkan dari 1.640 penambangan timah ilegal ada sekitar 5 orang yang bekerja. Bila dikalikan, berarti ada sekitar 8.200 pekerja yang terlibat dalam penambangan timah ilegal di Babel ini.

"Saya bilang kalau mau ditutup, itu kan rata-rata rakyat. Dulu pernah kita lakukan tahun 2009. Malah justru berbalik, kantor gubernur yang habis. Sekarang saya menginginkan bagaimana alat ini kita legalkan. Legal dan tidak legal hanya sebuah surat. Supaya barang ini bisa dibeli oleh PT Timah," jelas Rustam usai rapat dengan sejumlah menteri, Kapolri, dan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Di 2009 tersebut, Rustam masih menjadi Anggota DPR. Dia menyaksikan bagaimana penghancuran gedung gubernur terjadi. Ia menyarankan ada pelegalan dari alat pada penambangan ilegal.

"Produksinya bisa terawasi. Tinggal kita maunya diekspor berapa. Kalau sekarang tidak terawasi. Dia keluar begitu saja," kata Rustam.

Dia tidak tahu persis, berapa perbedaan harga timah yang dibeli oleh PT Timah dan cukong-cukong penadah. "Tapi ada perbedaan sekitar Rp 10.000/kg," jelas Rustam.

Timah-timah ilegal ini diekspor dalam bentuk pasir timah.

(dnl/hen)