Berdarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang dikutip detikFinance, Rabu (1/7/2015), berdasarkan realisasi produksi gas bumi rata-rata per hari pada 2014 sebanyak 3.799 BBTUD dialirkan ke dalam negeri (54%) sisanya sebanyak 3.206 BBTUD atau 46% dikirim ke luar negeri, seperti Jepang, China, Korea hingga Amerika Serikat.
Berikut pemanfaatan gas bumi Indonesia pada 2014:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 31,89% diekspor dalam bentuk LNG
- 13,67% diekspor melalui gas pipa (ke Singapura)
- 19,20% digunakan industri
- 14,73% digunakan untuk pembangkit listrik
- 8,83% digunakan untuk produksi pupuk (urea)
- 3,62% digunakan untuk elpiji dalam negeri
- 3,45% digunakan untuk LNG dalam negeri.
Tidak heran, masih banyak industri yang sampai saat ini mengeluhkan kekurangan pasokan gas, apalagi melihat realita 46% gas masih diekspor ke luar negeri.
Berikut daftarnya:
- Gas untuk listrik, kontrak gasnya sebanyak 1.279,95 BBTUD namun hanya dapat terpasok 1.040,54 BBTUD
- Gas untuk pupuk, kontrak gasnya sebanyak 680.26 BBTUD, namun realisasinya hanya terpasok 623,91 BBTUD
- Gas untuk industri, kontraknya sebanyak 1.612,50, tapi realisasinya hanya 1.355,91 BBTUD
- Gas untuk lifting minyak, kontraknya sebanyak 366,24 BBTUD, tapi realisasinya hanya 320,28 BBTUD.











































