Jokowi mengakui, ada keanehan yaitu hanya investor-investor asing yang mengalami aksi demo pekerja di Batam. Ia bahkan sempat mengatakan, hal ini tak terlepas dari persoalan persaingan, bahkan melibatkan antar negara.
Saat kunjungan kerja ke perusahaan galangan kapal PT Anggrek Hitam, Batam, Jokowi mendapat laporan dari Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau, Cahya. Pada waktu itu Jokowi, sempat meminta kepada Kapolda Kepulauan Riau dan Pangdam untuk menjaga kondisi di Batam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain meminta Kapolda dan Pangdam ikut mengawasi, Jokowi juga sempat meminta BIN mencari informasi soal maraknya aksi demo pekerja di Batam.
"Ini yang nanti BIN akan saya suruh dalami masalah ini, nggak boleh seperti ini dan saya juga sampaikan nanti kapolda agar tegas kalau sudah anarkis, kalau sudah mengganggu jangan ada toleransi, negara harus tegas dalam hal ini sehingga yang di dunia usaha itu merasa tentram, mana yang betul, mana yang nggak betul, mana yang harus dilakukan pencegahan, mana yang tidak mestinya, harus dikalkulasi," kata Jokowi.
Bahkan Jokowi sempat mengungkapkan keanehan soal fenomena demo pekerja yang marak di Batam, karena hanya perusahaan asing saja yang didemo.
"Karena kalau tadi yang disampaikan yang didemo kok yang investor-investor asing ini mestinya tanda tanya, tanda tanya kalau seperti itu, feeling saya mengatakan hal yang sama," katanya.
(hen/dnl)











































