Agar Tak Demo Terus, Buruh Akan Dibuatkan Rumah di Batam

Agar Tak Demo Terus, Buruh Akan Dibuatkan Rumah di Batam

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2015 19:59 WIB
Agar Tak Demo Terus, Buruh Akan Dibuatkan Rumah di Batam
Jakarta - Sejumlah perusahaan besar skala internasional hengkang dari Batam akibat tak tahan selalu di demo. Bahkan seperti Siemens 4 bulan tak bisa ekspor karena pabriknya didemo buruh.

Agar tak terus melakukan demonstrasi yang membuat investor gerah, pemerintah berencana membangun perumahan untuk buruh, sehingga beban biaya hidup buruh bisa berkurang.

"Secara overall, Batam masih oke, kami ketemu dengan serikat pekerja, ada beberapa hal di Batam. Misalnya, sistem transportasi tak ada, biaya buruh cukup tinggi, itu harus diatasi," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil, di temui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat biaya hidup yang tinggi tersebut, membuat buruh selalu menuntut lebih tinggi upahnya, sehingga terus menjadi beban bagi investor. Melihat kondisi ini, Sofyan mengatakan, pemerintah akan membuat perumahan khusus untuk buruh salah satunya di Batam, sehingga dapat menurunkan beban biaya hidup para buruh.

"Salah satu cara mengatasinya, pemerintah mau bikin rumah buruh, sasarannya salah satu adalah di Batam. Supaya beban buruh bisa dikurangi. Selain itu transportasi umum juga diperbaiki," katanya.

Sofyan menegaskan, masalah demo buruh yang membuat beberapa perusahaan harus hengkang dari Batam adalah masalah upah.

"Masalah upah ada, kemarin yang pertama itu karena teknis, ada masalah antara perusahaan dengan serikat pekerja. Di sana juga biaya transportasi terlalu mahal," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads