Agar tak terus melakukan demonstrasi yang membuat investor gerah, pemerintah berencana membangun perumahan untuk buruh, sehingga beban biaya hidup buruh bisa berkurang.
"Secara overall, Batam masih oke, kami ketemu dengan serikat pekerja, ada beberapa hal di Batam. Misalnya, sistem transportasi tak ada, biaya buruh cukup tinggi, itu harus diatasi," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil, di temui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu cara mengatasinya, pemerintah mau bikin rumah buruh, sasarannya salah satu adalah di Batam. Supaya beban buruh bisa dikurangi. Selain itu transportasi umum juga diperbaiki," katanya.
Sofyan menegaskan, masalah demo buruh yang membuat beberapa perusahaan harus hengkang dari Batam adalah masalah upah.
"Masalah upah ada, kemarin yang pertama itu karena teknis, ada masalah antara perusahaan dengan serikat pekerja. Di sana juga biaya transportasi terlalu mahal," tutupnya.
(rrd/hen)











































