"N219 Insya Allah Oktober mendatang bisa roll out atau keluar dari hanggar," ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana, ditemui di sela-sela acara Pengukuhan Pengurus Inacom dan Sarasehan Industri Kedirgantaraan, di Ruang Garuda, Lantai 2 Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (17/9/2015).
Andi mengatakan, walau sudah keluar hanggar, pesawat N219 tersebut belum akan diterbangkan, karena baru berupa prototipe. Ia menargetkan, pesawat made in Bandung tersebut sudah bisa lolos uji terbang pada 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, proses panjang yang harus dilalui N219 mulai dari desain, penyelesaian prototipe, sampai yang paling penting mendapat sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.
"Semua itu sudah dilalui baru bisa dijual. Proses paling dekat adalah keluar hanggar, artinya sudah lebih dari setengah proses yang dilewati untuk sampai ke tahap komersil. Artinya desain sudah jadi, rancangan komponen sudah jadi, tinggal terbang dan testing. testing kalau lolos ya bisa dijual," tutup Andi.
Walau masih dalam tahap protoipe, N219 sudah ditunggu pembelinya. Pembeli pesawat N219 ini adalah PT Nusantara Buana Air (PT NBA), PT Aviastar Mandiri, dan PT Trigana Air Service.
(rrd/hen)











































