Bisnis Sepi, 572 Perusahaan Logistik RI 'Mati Suri'

Bisnis Sepi, 572 Perusahaan Logistik RI 'Mati Suri'

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 28 Sep 2015 14:20 WIB
Bisnis Sepi, 572 Perusahaan Logistik RI Mati Suri
Jakarta - Pelambatan ekonomi nasional mempengaruhi berbagai sektor industri. Salah satunya ialah industri jasa pengangkutan logistik dan transportasi.

Kegiatan produksi barang yang lesu membuat kegiatan pengiriman atau distribusi menurun drastis. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mencatat 572 perusahaan logistik dan transportasi barang setop operasi alias 'mati suri' karena anjloknya aktivitas pengiriman barang.

"Dari anggota asosiasi kami sebanyak 3.812. Sebanyak 15% dalam kondisi mati suri. Itu belum termasuk 1.500 pengusaha yang tidak terdaftar di asosiasi. Banyak persoalan yang tengah dihadapi," kata Yukki N. Hanafi, Ketua Umum ALFI, dalam Dialog Investasi di Ruang Nusantara, BKPM, Jakarta, Senin (28/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena ratusan yang setop operasi, Yukki tidak menampik adanya perumahan karyawan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk memangkas biaya.

"Total tenaga kerja 175.000-225.000 orang. Dari jumlah itu 2-3% sudah dirumahkan. Selain itu, perusahaan sudah mulai mengatur jam kerjanya," terang Yukki.

Kondisi ini, dinilai Yukki cukup mengkhawatirkan.

"Traffic pengangkutan logistik turun 32%. Ini terjadi sejak Mei-Juni. Angkutan darat sendiri turun 50%. Manufaktur saat ini produksinya sangat rendah. Terlihat dari barang-barang yang masuk ke pelabuhan, saya tahu itu," ujar Yukki.

Ia berharap, kondisi pelemahan ini tidak berlarut-larut. Apalagi, perusahaan logsitik harus menuhi kewajiban seperti pinjaman.

"Tolong jaga jangan sampai ini berkelanjutan. Kita harap lebaran kemarin terjadi kenaikan. Rupanya tidak. Lalu biasanya akhir tahun banyak pinjaman mata uang asing jatuh tempo. Ini kan masalah baru lagi," sebutnya.

(feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads