Ada Insentif Listrik dan Harga Gas Turun, Menperin: Biar Bisa Bersaing

Ada Insentif Listrik dan Harga Gas Turun, Menperin: Biar Bisa Bersaing

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2015 15:42 WIB
Ada Insentif Listrik dan Harga Gas Turun, Menperin: Biar Bisa Bersaing
Pertemuan HIPMI dengan Menperin dan Mendag (Lani-detikFinance)
Jakarta - Dalam paket kebijakan jilid III Joko Widodo (Jokowi), ada insentif diskon dan cicilan tagihan listrik kepada industri. Selain itu ada juga penurunan harga gas industri. Ini agar industri dalam negeri bisa bersaing.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan jawaban atas keinginan para pelaku industri yang tengah terbebani biaya energi.

"Salah satunya memang, selama ini dunia industri menginginkan agar industri kita bisa punya daya saing yang kuat. Salah satunya adalah bagaimana agar biaya produksinya bisa bersaing dengan negara tetangga. Akhirnya pemerintah merespons apa yang diinginkan pengusaha untuk menurunkan biaya energi," ungkap Saleh, usai memberi sambutan dalam acara Forum Dialog HIPMI, di HIPMI Centre, Menara Bidakara 2, Jakarta, Kamis, (8/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat penurunan biaya energi ini, Saleh berharap industri di tanah air punya daya saing lebih kuat. "Kebijakan pemerintah dibuat adalah agar dunia industri lebih mudah berusaha. Kami akan terus koordinasi dengan teman-teman dunia usaha, agar kebijakan yang dibuat pemerintah segaris dengan keinginan pengusaha. Kami ingin biaya energi untuk.industri di Indonesia bisa bersaing dengan negara tetangga," jelasnya.

Selain di sisi energi, kebijakan energi yang telah diterbitkan pemerintah juga sudah mencakup kemudahan izin usaha. Ini semua dilakukan untuk menarik investor lebih banyak ke dalam negeri.

"Perizinan di Kementerian Perindustrian juga sudah menyerahkan seluruh urusan perizinan ke BKPM. Dalam rangka untuk membuat dunia usaha lebih mudah dan kembali bergeliat," ujarnya.

"Ini kesempatan dunia usaha untuk bergeliat dan kepada para investor. Di Bintuni ada satu perusahaan besar yang mau masuk terkendala harga gas tidak bersaing dan saat ini kita turunkan sehingga saya rasa akan mempermudah investor masuk," tambahnya.

Insentif-insentif yang diberikan pemerintah, kata Saleh, akan terus dikawal, khususnya bagi industri yang mulai terancam melakukan PHK terhadap para karyawannya, khususnya di sektor padat karya.

"Kami atasi (PHK) dengan insentif-insentif yang kita berikan saat ini, kami datangi sektor industri padat karya dan kita cari tahu keluhan dan kesulitan mereka," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads