"Pasca Ekspansi kapasitas produksi tahunan produk petrokimia perusahaan akan meningkat. Untuk Ethylene meningkat dari 600 ribu ton ke 860 ribu ton. Propylene dari 320 ribu ton menjadi 470 ribu ton, Py-Gas dari 280 ribu ton menjadi 400 ribu tom dan Mixed C4 dari 220 ribu ton menjadi 315 ribu ton," papar Direktur Perusahaan, Suryandi di Wisma Barito Pacific Tower A, Jakarta di Kantornya, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Proses peningkatan kapasitas ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2013. Berkaitan dengan proses peningkatan kapasitas, sejak 25 September 2015 lalu kegiatan produksi dihentikan alias Shutdown, untuk melakukan penyesuaian mesin-mesin baru dengan fasilitas produksi yang telah ada sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chandra Asri Petrochemical (CAP) adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan penguasaan pasar secara nasional mencapai 60%.
Kegiatan produksi perusahaan berlokasi di Ciwandan, Cilegon dan Puloampel, Serang di Provinsi Banten. Pabrik petrokimia utama yang dikelola perusahaan memanfaatkan teknologi dan fasilitas pendukung Lummus Naphtha Cracker yang menghasilkan Ethylene, Propylene, Mixed C4, dan Pyrolysis Gasoline (Py-Gas) berkualitas tinggi untuk Indonesia serta pasar ekspor regional.
Selain pabrik Naphtha Cracker, CAP memiliki fasilitas produksi Polyethylene dan Polypropylene yang terintegrasi yang menggabungkan dua teknologi kelas dunia. (dna/hns)











































