Pabrik Baru Chandra Asri Beroperasi, Produksi Meningkat 43%

Pabrik Baru Chandra Asri Beroperasi, Produksi Meningkat 43%

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 25 Jan 2016 17:00 WIB
Pabrik Baru Chandra Asri Beroperasi, Produksi Meningkat 43%
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Perusahaan petrokimia terintegrasi, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk telah menyelesaikan proses peningkatan kapasitas Naphta Cracker. Produksi tahunan perusahaan bakal meningkat hingga 43%.

"Pasca Ekspansi kapasitas produksi tahunan produk petrokimia perusahaan akan meningkat. Untuk Ethylene meningkat dari 600 ribu ton ke 860 ribu ton. Propylene dari 320 ribu ton menjadi 470 ribu ton, Py-Gas dari 280 ribu ton menjadi 400 ribu tom dan Mixed C4 dari 220 ribu ton menjadi 315 ribu ton," papar Direktur Perusahaan, Suryandi di Wisma Barito Pacific Tower A, Jakarta di Kantornya, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Proses peningkatan kapasitas ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2013. Berkaitan dengan proses peningkatan kapasitas, sejak 25 September 2015 lalu kegiatan produksi dihentikan alias Shutdown, untuk melakukan penyesuaian mesin-mesin baru dengan fasilitas produksi yang telah ada sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan menghentikan operasional pabrik selama 90 hari untuk proses Tie-in untuk mengintegrasikan fasilitas cracker (pengurai senyawa) berkapasitas baru dengan fasilitas yang sudah ada. Proses ini selesai 5 hari lebih cepat dibanding yang direncanakan. Secara bertahap akan beroperasi ke tingkat kapasitas yang baru," pungkas dia.

Chandra Asri Petrochemical (CAP) adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan penguasaan pasar secara nasional mencapai 60%.

Kegiatan produksi perusahaan berlokasi di Ciwandan, Cilegon dan Puloampel, Serang di Provinsi Banten. Pabrik petrokimia utama yang dikelola perusahaan memanfaatkan teknologi dan fasilitas pendukung Lummus Naphtha Cracker yang menghasilkan Ethylene, Propylene, Mixed C4, dan Pyrolysis Gasoline (Py-Gas) berkualitas tinggi untuk Indonesia serta pasar ekspor regional.

Selain pabrik Naphtha Cracker, CAP memiliki fasilitas produksi Polyethylene dan Polypropylene yang terintegrasi yang menggabungkan dua teknologi kelas dunia. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads