Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Apr 2016 15:00 WIB

Pengusaha Mengeluh Kelapa RI Diekspor Dalam Bentuk Mentah

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Kalangan dunia usaha mengaku kekurangan bahan baku kelapa lokal untuk kemudian diolah di dalam negeri. Ternyata, situasi ini terjadi karena selama ini kelapa banyak diekspor ke negara lain dalam bentuk mentah.

"Kita kekurangan, tapi mentah-mentah kelapa itu diekspor," kata Vice Chairman Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Amrizal Idroes dalam diskusi di Menara KADIN Indonesia, Jakarta, Kamis (21/4/2016

Menurut Amrizal ini sangat disayangkan karena kebutuhan industri pengolahan terus meningkat. Apalagi dengan situasi produksi kelapa yang menurun setiap tahunnya.

"Ini kan akhirnya mengancam keberlangsungan industri pengolahan kelapa nasional," ujarnya.

Kebutuhan total di dalam negeri adalah 14,63 miliar. Meliputi konsumsi rumah tangga 1,53 miliar butir kelapa, ekspor buah kepala 3,5 miliar butir dan sisanya adalah untuk kebutuhan industri pengolahan.

Amrizal menyampaikan total aset industri kelapa nasional, selama kurun 25 tahun terakhir mencapai Rp 30 triliun - Rp 35 triliun. Tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

Produk yang dihasilkan di antaranya adalah santan dengan berbagai jenis kemasan, tepung daging kelapa, minyak kelapa. Adapun produk turunan lain adalah selai, susu, air kelapa kemasan dan lainnya. Di samping itu, dari kelapa juga bisa diolah menjadi produk sabut dan matras.

"Bila dioptimalkan di dalam negeri, tentu akan memberikan nilai tambah yang lebih besar," tukasnya. (mkl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed