"Saya beri penghargaan kepada PT PAL Indonesia. Saya tahu kapal ini serba guna dan sangat bermanfaat. Apalagi Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan sebagai negara maritim yang luas wilayahnya 75% wilayah kelautan," kata JK saat memberikan sambutan di acara pelepasan ekspor perdana kapal perang SSV secara seremonial di dok PT PAL, Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (8/5/2016).
Ekspor kapal perang ke Filipina ini menunjukkan bahwa Indonesia telah sukses dan memberikan bukti bahwa memiliki kemampuan lebih baik. Filipina memesan kapal SSV sebanyak 2 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu unit kapal SSV yang dikerjakan selama dua tahun ini akan berlayar sampai ke Manila selama 5 hari. Sedangkan satu unit kapal SSV lainnya masih dalam proses pengerjaan, dan ditargetkan rampung selama setahun.
"Pengerjaan selama dua tahun tepat waktu tentu sebuah hal yang baik. Jangan seperti dulu, lama penyelesaiannya," tuturnya.
"Kalau (pengerjaan) tidak tepat waktu, maka konsumen akan kesulitan," tandasnya sambil menambahkan, dengan ekspor kapal perang, Indonesia bisa bersaing dengan negara produsen kapal.
Katanya, pertumbuhan galangan kapal di dunia ini berpindah-pindah. Dulu Eropa yang terkenal, kemudian berpindah ke Jepang. Karena teknologi dan harga di Jepang lebih mahal, sekarang pindah ke Korea. Dan Indonesia juga mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki galangan kapal.
"(Ekspor kapal perang SSV) ini menunjukkan kita telah sukses dan membuktikan lebih baik. Selama kita serius dan tepat waktu, bisa menjadi negara yang bisa memproduksi kapal dengan kualitas lebih baik," tandasnya. (roi/drk)











































