Jumlah Manula Asia Makin Banyak, Philips Genjot Layanan Kesehatan

Laporan dari Singapura

Jumlah Manula Asia Makin Banyak, Philips Genjot Layanan Kesehatan

Melisa Mailoa - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2016 14:10 WIB
Jumlah Manula Asia Makin Banyak, Philips Genjot Layanan Kesehatan
Foto: Melisa Mailoa
Singapura - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengestimasi dari total populasi di seluruh dunia, 12,3% telah berusia 60 tahun atau lebih. Perhitungan tersebut akan meningkat hingga 22% atau sekitar 2 miliar di 2050.

Sementara populasi di Asia Timur dan Pasifik mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan daerah lain dalam sejarah. Terutama karena peningkatan harapan hidup di atas usia 60 tahun.

Menangggapi fenomena ini, Philips mengkatalisasi perubahan ini dengan menghadirkan inovasi dalam satu kesatuan rangkaian pemeliharaan kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ronald De Jong, Executive Vice President & Chief Market Leader Royal Philips, mengatakan, seiring dengan pertumbuhan orang tua di Asia, berbagai masalah kesehatan akan muncul.

Seperti peningkatan jumlah orang yang mengidap penyakit kronis serta terbatasnya akses kesehatan yang berkualitas. Itu sebabnya Philips menciptakan inovasi kesehatan dalam bidang pencegahan dan deteksi dini.

"Perubahan demografi yang terjadi di Asia begitu besar. Di Singapura sendiri, orang tua berusia 65 tahun ke atas akan terus meningkat bahkan hingga tiga kali lipat. Itu sebabnya kami berupaya menghadirkan rangkaian inovasi layanan kesehatan yang juga dapat digunakan perseorangan dengan harga terjangkau," ujar Ronald De Jong.

Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di Asia Pasifik, Philips membangun Kantor Pusat Philips Asia Pasifik (APAC yang berlokasi di Toa Payoh, Singapura, Kamis (19/05/16).

Peresmian ini juga bertepatan dengan hari jadi Philips ke 125 secara global. Sementara Fabian Wong, CEO of Philips ASEAN Pacific, yakin kantor baru itu dapat memperluas peluang Philips sebagai penyedia layanan kesehatan terdepan se Asia Pasifik.

"Sudah 65 tahun Philips hadir di Singapura, Transformasi Philips mulai dari televisi hitam putih, radio, peralatan elektronik, lampu hingga kini pelayanan kesehatan. Melalui itu semua kita telah ambil bagian dalam kemajuan sektor ekonomi di Singapura. Dan akan terus mempererat hubungan Philips dengan Singapura," ujar Fabian.

Philips merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis lampu, peralatan kecantikan dan rumah tangga serta peralatan kesehatan. Kali ini, perusahaan asal Belanda tersebut akan fokus menggarap peralatan kesehatan untuk pasar Asia Pasifik.

Pada tahun 2015, Philips membekukan penjualan sebesar 24,2 miliar euro. Dengan jumlah karyawan sebanyak 104.000 orang yang tersebar di lebih dari 100 negara. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads