Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 harga minyak dunia diasumsikan sebesar US$ 50 per barel, namun pada awal tahun mencapai titik terendah sekitar US$ 30 per barel.
"PNBP untuk SDA migas turun Rp 50,2 triliun," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Royalti dari tambang menurun drastis," imbuhnya.
Untuk laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap sebesar Rp 34,1 triliun. Angka ini tidak ada perubahan dibandingkan dengan yang tercantum dalam APBN. PNBP lainnya adalah Rp 84,8 triliun.
"Pendapatan BLU pada RAPBN P adalah Rp 36,1 triliun," kata Bambang. (mkl/ang)










































