Sedangkan produksi tembakau lokal hanya 180.000-190.000 ton, dan luas kebun tembakau di Indonesia saat ini tercatat 260.000 hektar. Sehingga sekitar 40% bahan baku rokok ini masih harus diimpor.
Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Muhaimin Moefti mengatakan, masih kurangnya pasokan tembakau lokal lantaran secara aspek bisnis, menanam tembakau kurang menguntungkan bagi petani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, di dataran tinggi, meski cocok untuk tanaman tembakau, tak banyak petani yang menanamnya. Kurangnya perhatian pemerintah pada komoditas tembakau, jadi alasan produksinya tak banyak berubah sejak puluhan tahun lalu.
"Lahan memang ada, tapi produksi sedikit. Karena memang dulu-dulu tidak ada perhatian pemerintah. Baru-baru ini saja ada perhatian. Hanya soal bisnis saja," ujar Muhaimin. (hns/hns)











































