Harga Gas Industri di RI Mahal, Berapa yang Diinginkan Pengusaha?

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 29 Agu 2016 16:05 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Harga gas industri dikeluhkan oleh sejumlah pengusaha Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Mahalnya harga gas ini membuat industri tekstil sulit bersaing dengan negara lainnya seperti Vietnam.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, pihaknya tak terlalu berharap muluk-muluk dalam penurunan harga gas industri.

"Kita berharapnya bisa turun US$ 7 per MMbtu. Turun segitu saja sudah cukup bagus, meski masih lebih mahal dari negara lain, itu secara keseluruhan sudah cukup membantu," katanya kepada detikFinance, Senin (29/8/2016).

Sebagai informasi, harga gas industri di Indonesia menyentuh angka US$ 8-10 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU). Lebih mahal dibandingkan dengan harga gas industri di Singapura sekitar US$ 4-5 per MMbtu, Malaysia US$ 4,47 per MMbtu, Filipina US$ 5,43 per MMbtu, dan Vietnam sekitar US$ 7,5 per MMbtu.

Diungkapkannya, biaya untuk energi berkontribusi sekitar 28% dari total struktur biaya pabrik tekstil. Penurunan harga gas juga bisa mengurangi biaya untuk listrik, lantaran beberapa pabrik memiliki pembangkit listrik berbahan bakar gas sendiri.

"(Harga) gas turun bisa kurangi biaya listrik, kita kan ada beberapa pembangkit sendiri dari gas. Kemudian untuk kebutuhan gas lainnya seperti broiler dan macam-macam," jelas Ade. (hns/hns)