Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Nov 2016 17:30 WIB

Mesin Buatan Italia Ini Mampu Produksi 10.000 Sapu Plastik per Hari

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Pameran Plastics and Rubber Indonesia diselenggarakan mulai 16-19 November 2016 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Salah satu produk yang dipamerkan adalah mesin pembuat sapu plastik yang didistribusikan oleh agen dan distributor PT Bilplast Grapindo.

Salah satu mesin yang dipamerkan adalah mesin pembuat sapu plastik buatan Italia. Mesin tersebut mengolah bahan daur ulang, seperti botol bekas, untuk menjadi sapu.

Sapu plastik tersebut terbuat dari bahan bekas botol air minum yang kemudian. Selain itu, blok yang dijadikan tempat untuk menancapkan bulunya terbuat dari bahan recycle juga.

"Bilplast memamerkan mesin pembuatan sapu plastik dari bahan bekas (recycle), memanfaatkan bulu sapunya terbuat dari botol air minum PET bekas. Bisa juga dibilang hampir semua barangnya diambil dari daur ulang karena peduli sampah, kami proses menjadi barang-barang yang bisa digunakan sehari-hari termasuk sapu, sikat," ujar Managing Director Bilplast Grapindo, Billy Tjang, di JIExpo, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).

Dalam seharinya, mesin ini mampu memproduksi sapu sebanyak 10.000 per hari. Namun, dengan kapasitas mesin 10.000 itu saat ini menurut Billy masih belum mampu memenuhi kebutuhan sapu lokal. Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara seperti Malaysia jumlah mesin yang beredar masih sangat sedikit.

"Kapasitas produksi sapu 10.000 per hari. Ini tidak cukup karena keperluan mesin ini mungkin dibandingkan Malaysia jumlah mesin yang beredar itu masih sedikit. Diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia butuh sekitar 30 unit lagi," kata Billy.

Dengan menggunakan produk daur ulang telah mampu menghasilkan produk yang berkualitas internasional. Akan tetapi, karena jumlah kebutuhan di dalam negeri belum terpenuhi, ia menyebut produsen lokal belum dapat mengekspor. Namun, menurutnya sebenarnya memungkinkan jika produk tersebut diekspor meski menggunakan bahan recycle.

"Possible karena bukan cuma di Indonesia tapi rata-rata umumnya tergantung pasar karena keperluannya kalau dipakai untuk nyapu kan nggak melihat pakai bahan recycle atau nggak, yang penting kualitasnya sudah bisa dipakai ekspor. Kami menyediakan mesin saja, tapi ketersediaan sapu di pasar lokal saja masih belum cukup. banyak orang mengerti pasar injection tapi ada yang tidak mengerti memasarkan sapunya," ujar Billy.

Beberapa perusahaan yang telah memakai mesin ini misalnya Maspion, Lion Star, Nagoya, dan Dragon. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com