Mahalnya Cabai Rawit Merah Dikeluhkan Pengusaha Industri Makanan

Mahalnya Cabai Rawit Merah Dikeluhkan Pengusaha Industri Makanan

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 09 Jan 2017 16:10 WIB
Mahalnya Cabai Rawit Merah Dikeluhkan Pengusaha Industri Makanan
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Harga cabai yang sedang tinggi-tingginya membuat banyak keluh kesah di mana-mana. Tak hanya masyarakat saja, melambungnya harga cabai rawit merah yang menembus Rp 120.000/kg ini juga membuat industri makanan dan minuman (mamin) terpukul.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi Lukman, mengungkapkan banyak industri pangan yang menggunakan cabai, termasuk cabai rawit merah, sebagai bahan bakunya. Dalam setahun, kebutuhan industri akan cabai sendiri mencapai 100.000 ton per tahun.

"Harga cabai itu industri mamin patok sampai Rp 150.000 per kg, itu minggu lalu. Itu cabai rawit. Kalau (cabai) besar Rp 40.000-50.000 tertinggi. Tahun 2015 pernah tinggi sampai Rp 100.000/kg juga. Memang kebutuhan cabai rawit itu lebih besar daripada kebutuhan cabai besar," jelas Adhi, ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (9/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, meski harganya melambung tinggi, kondisi tersebut tidak membuat pelaku industri mamin kesulitan mendapatkan suplai cabai. lantaran beberapa perusahaan mamin sudah mengantongi kontrak dengan pemasok cabai.

"Mamin tidak kekurangan, kami sudah ada kontrak-kontrak dengan petani, tapi masalahnya di harga. Di sisi lain kami juga tidak bisa serta merta menaikkan harga," ujar Adhi.

"Kebutuhan industri makanan itu hanya sekitar 100 ribu ton, Sebetulnya kebutuhan industri kecil dibandingkan konsumsi lainnya, konsumsi lainnya itu kebutuhan ya 1 juta ton lebih. Kalau kita kecil sekitar 10%," ucapnya lagi. (idr/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads