Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, M. Choliq, menjelaskan, saat ini BUMN produsen kereta itu sedang mengikuti proses tender 100 gerbong kereta Sri Lanka senilai Rp 1,2 triliun. Dalam proses tender ini INKA harus bersaing dengan produsen kereta dari China dan India.
"Kalau Sri Lanka kereta Kereta Rel Diesel, untuk penumpang. Pesaing kita tetap sama, China dan India" ujar Choliq kepada detikFinance, Rabu (8/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minggu kemarin direksi ekonomi bertemu perwakilan Senegal, di Jakarta," tutur Choliq.
Selain itu, Choliq menambahkan, direksi INKA juga bertemu tim bisnis Kerajaan Arab Saudi. Pertemuan itu bersamaan dengan kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Jakarta awal bulan ini.
Menurut Choliq, Arab Saudi tertarik dengan produk INKA dan ingin kerja sama lebih lanjut.
"Dirut kami ketemu sama delegasi bisnis untuk kereta dari Kerajaan Arab Saudi. Mereka tertarik untuk support kereta di Arab maupun maintenance. Kemungkinan kami ditawari untuk itu, " terang Choliq.
Namun, belum ada pembahasan detail tentang tentang jenis produk yang akan dipesan.
"Untuk ke arah situ belum. Nanti akan ada pembicaraan lebih lanjut," sebut Choliq. (hns/ang)










































